Raup Pendapatan USD 127 Juta, Rukun Raharja Ungkap Bakal Akusisi Dua Perusahaan Pelayaran
Kinerja keuangan empat tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan, didorong oleh pertumbuhan pesat di segmen downstream.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatat berbagai pencapaian penting di pasar modal Indonesia, termasuk kinerja perusahaan masuk dalam indeks IDX80 serta anak usaha PT Raharja Energi Cepu (RATU) yang kurang dari satu tahun setelah IPO telah masuk ke dalam indeks MSCI Small Cap.
"Tahun ini kami juga telah menyelesaikan akuisisi Hafar Group bersama PT Petrosea Tbk sebagai langkah strategis untuk memasuki bisnis EPCI lepas pantai dan pengangkutan LNG (LNG shipping). Langkah ini tidak hanya memperluas portofolio di sektor EPCI dan perkapalan, tetapi juga memperkuat rantai pasok energi serta sinergi bisnis berkelanjutan di lingkungan RAJA Group,” Direktur RAJA, Ogi Rulino di Jakarta, Senin(27/10).
VP Finance & Investor Relations, Aldila Ayudya menambahkan bahwa pada paruh pertama 2025, RAJA mencatat pendapatan sebesar USD 127,6 juta, tumbuh 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja keuangan empat tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan, didorong oleh pertumbuhan pesat di segmen downstream dan kontribusi stabil dari segmen midstream.
Tindaklanjuti Permintaan BEI
Menindaklanjuti permintaan BEI, RAJA juga memberikan penjelasan atas kenaikan harga saham pada Oktober 2025. Sejak awal tahun hingga 24 Oktober 2025, harga saham RAJA berfluktuasi dipengaruhi oleh sentimen investor dan dinamika sektor energi. Saham sempat mencapai level 4.230 pada Januari dan menguat hingga 5.675 pada 10 Oktober 2025.
Perseroan menegaskan bahwa pergerakan tersebut merupakan dinamika wajar pasar modal, dan seluruh informasi material telah disampaikan secara lengkap serta tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam paparannya, RAJA juga menyampaikan rencana proyek-proyek strategis yang bertujuan mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung transformasi Perusahaan.
Dua proyek yang telah berjalan adalah pembangunan fasilitas kompresor gas di Sulawesi Selatan dengan target operasi kuartal IV 2025 dan pembangunan pipa BBM di Kalimantan Timur dengan target operasi pada kuartal IV 2027.
Selesaikan Negosiasi Sejumlah Proyek
Deputy Business Development, Wilson Kurniawan, menjelaskan bahwa RAJA sedang menyelesaikan negosiasi dan uji tuntas atas sejumlah proyek strategis lainnya, termasuk rencana akuisisi dua perusahaan pelayaran dengan aset operasional berupa dua unit Liquefied Natural Gas Carrier (LNGC) dan satu unit Very Large Gas Carrier (VLGC), serta investasi infrastruktur hilir migas di kawasan Indonesia Timur.
Selain itu, RAJA juga sedang menyelesaikan studi kelayakan pembangunan LNG Terminal di Banten dan LNG Plant di Kalimantan, serta rencana melakukan uji tuntas atas rencana akuisisi pembangkit listrik tenaga air dan Biomassa sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
Strategic Corporate Planning & Investment, Praba Diwangkara memaparkan visi jangka panjang RAJA untuk menjadi perusahaan energi terintegrasi terkemuka yang berkomitmen pada transisi energi berkelanjutan.
Strategi RAJA mencakup pengembangan energi baru terbarukan, optimalisasi bisnis hulu–tengah–hilir, serta ekspansi ke bisnis LNG dan petrokimia guna memperkuat posisi RAJA dalam ekosistem energi nasional.