Ratusan UMKM Terdampak Bencana di Padang Pariaman Terima Bantuan Usaha Bertahap
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus menyalurkan **bantuan UMKM terdampak bencana Padang Pariaman** secara bertahap, memastikan pemulihan ekonomi lokal dan membantu pelaku usaha bangkit kembali.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah menyalurkan bantuan usaha kepada 450 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi. Penyaluran ini dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan bantuan yang diterima dari berbagai pihak, guna mendukung pemulihan ekonomi. Bencana hidrometeorologi yang dimaksud terjadi antara bulan November hingga Desember 2025, menyebabkan kerugian signifikan bagi sektor UMKM di daerah tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Padang Pariaman, Hendri Satria, menyatakan bahwa proses penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah. Ia menyampaikan hal tersebut setelah menyerahkan bantuan kepada 100 pelaku UMKM di rumah dinas bupati Kota Pariaman. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.
Total 605 pelaku UMKM di Padang Pariaman teridentifikasi terdampak bencana, mencakup berbagai sektor usaha. Validasi dan verifikasi lapangan telah dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan riil para pelaku usaha. Hal ini penting agar mereka dapat segera kembali berproduksi dan menggerakkan roda perekonomian lokal.
Data dan Penyaluran Bantuan untuk UMKM Terdampak di Padang Pariaman
Berdasarkan pendataan, sebanyak 605 pelaku UMKM di Padang Pariaman mengalami dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 424 UMKM bergerak di sektor perdagangan dan kuliner, sementara 122 lainnya berada di sektor peternakan. Selain itu, sekitar 20 UMKM di sektor perikanan serta beberapa di sektor ekonomi kreatif dan industri kecil turut terdampak.
Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Padang Pariaman telah melakukan validasi dan verifikasi langsung ke lapangan. Proses ini bertujuan untuk mengetahui kondisi riil serta kebutuhan spesifik para pelaku UMKM. Tujuannya adalah agar mereka bisa segera kembali berproduksi dan memulihkan usahanya.
Hingga saat ini, 450 pelaku UMKM telah menerima bantuan dari berbagai sumber. Sebanyak 250 UMKM mendapatkan dukungan dari anggota Komisi VII DPR RI dan mitra kerja, sedangkan 100 UMKM lainnya menerima bantuan dari Dekranasda dan Ibu-ibu Seruni. Penyaluran terbaru juga telah diberikan kepada 100 pelaku UMKM lainnya.
Sinergi Berbagai Pihak dalam Pemulihan Ekonomi UMKM
Penyaluran bantuan UMKM terdampak bencana Padang Pariaman merupakan hasil sinergi dan dukungan dari berbagai pihak. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, menjelaskan bahwa bantuan ini dihimpun dari berbagai donatur, termasuk BUMN dan kementerian. Dukungan ini menunjukkan kepedulian kolektif terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.
Sebelum disalurkan, pemerintah daerah melakukan proses kurasi dan penyesuaian kebutuhan secara cermat. Bantuan dikelompokkan berdasarkan jenis usaha, seperti kuliner, peternakan lele, itik, atau ayam. Pendekatan ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan relevan dengan operasional usaha masing-masing UMKM.
Jenis bantuan yang disalurkan bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan. Bantuan tersebut mencakup kompor gas, tabung gas, minyak goreng, tepung terigu, serta uang tunai sebesar Rp250 ribu. Diharapkan, bantuan operasional ini dapat meringankan beban dan membantu UMKM untuk segera bangkit dari keterpurukan akibat bencana.
Sumber: AntaraNews