Sebanyak 620 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen mahasiswa di Kota Medan, Senin (15/6).
Pengamanan dipusatkan di sejumlah titik, termasuk Gedung DPRD Sumatera Utara dan Kantor Gubernur Sumatra Utara.
Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Dhana Kurniawan, mengatakan personel yang terlibat berasal dari Polrestabes Medan, Polda Sumut, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.
“Yang kami libatkan untuk pengamanan ada dari Polrestabes Medan dan Polda Sumut dibantu dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan rekan-rekan dari TNI. Seluruhnya kami libatkan kurang lebih 620 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait,” kata Dhana, Senin (15/6) siang.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya dilakukan di kompleks DPRD Sumut, tetapi juga di sejumlah lokasi lain yang menjadi titik aksi massa.
“Sementara kami juga membagi personel di Kantor Gubernur Sumut dan beberapa tempat yang menjadi lokasi unjuk rasa dari berbagai elemen mahasiswa,” ujar Dhana.
Advertisement
Jumlah Massa
Dhana juga mengungkapkan jumlah massa yang hadir di kawasan DPRD Sumut diperkirakan mencapai 200 hingga 300 orang.
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban, kepolisian turut menyiagakan armada water cannon di sekitar lokasi aksi.
“Kami mengantisipasi dengan Direktorat Samapta Polda Sumut menyiapkan armada water cannon karena di sini kami melayani masyarakat. Jadi jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Meski demikian, Dhana menegaskan kendaraan taktis tersebut hanya disiagakan sebagai langkah antisipasi dan diharapkan tidak perlu digunakan.
“Armada water cannon ini digunakan untuk standby. Sebaiknya juga tidak untuk digunakan,” jelasnya.
Dhana menjelaskan keterlibatan TNI dalam pengamanan dilakukan sebagai bagian dari sinergi antarinstansi dalam menjaga situasi keamanan selama aksi berlangsung.
“Karena keamanan ini sama-sama membangun. Makanya kami harus bersinergi. Rekan-rekan TNI juga membantu memantau situasi dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait adanya aksi unjuk rasa,” pungkasnya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan hingga pukul 13.30 WIB, demonstran yang bakal didominasi dari kalangan mahasiswa belum terlihat hadir di Kantor DPRD Sumut.
Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa berkaitan dengan protes atas kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto tentang kenaikan harga BBM hingga program Makan Bergizi Gratis.