PT Nagata Bio Energi Sulap Limbah Sawit Jadi Energi Terbarukan, Dukung Dekarbonisasi Nasional
PT Nagata Bio Energi berhasil mengubah limbah sawit menjadi energi terbarukan, berkontribusi signifikan pada target net zero emission Indonesia dan menciptakan ekonomi hijau. Simak inovasinya!
PT Nagata Bio Energi (NBE), anak usaha PT ABM Investama Tbk, berhasil mengubah limbah cair sawit menjadi energi terbarukan di Kalimantan Selatan. Inovasi ini mengubah masalah lingkungan menjadi sumber listrik bersih. Perusahaan ini berlokasi di Desa Suka Damai, Kabupaten Tanah Bumbu.
Sejak tahun 2015, NBE telah berfokus mengembangkan energi terbarukan berbasis limbah organik, khususnya Palm Oil Mill Effluent (POME). Pemanfaatan limbah sawit ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.
Melalui konversi gas metana dari POME menjadi energi listrik, NBE berkontribusi pada upaya dekarbonisasi. Langkah ini mendukung target net zero emission Indonesia pada tahun 2060.
Transformasi Limbah Sawit Menjadi Energi Bersih
Dahulu, limbah cair sawit seringkali dipandang sebagai masalah lingkungan serius. Bau menyengat dan potensi pencemaran menjadi kekhawatiran utama masyarakat sekitar. Namun, PT Nagata Bio Energi telah mengubah paradigma tersebut.
Kini, limbah yang sama justru menjadi sumber energi listrik yang berharga. Transformasi ini membuka peluang ekonomi baru bagi daerah. Selain itu, inisiatif ini menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan warga sekitar.
Proyek ini telah beroperasi secara komersial sejak Agustus 2020. NBE mengelola sekitar 129.331 meter kubik POME setiap tahun. Proses ini mengubah POME menjadi biogas, kemudian menjadi energi terbarukan.
Kontribusi Signifikan pada Dekarbonisasi Nasional
Listrik hijau yang dihasilkan NBE mencapai 30.244 MWh selama tiga tahun operasional. Energi ini dipasok secara stabil 24 jam ke jaringan PLN sebagai offtaker. Hal ini memperkuat kontribusi energi bersih dalam sistem kelistrikan nasional.
Dampak lingkungan dari proyek ini sangat signifikan. Sepanjang periode 2021 hingga 2023, Sukadamai Biogas Project mencatatkan verified emission reductions sebesar 121.919 ton CO2e. Penurunan emisi tahunan mencapai 40.638 ton CO2e.
Angka tersebut setara dengan emisi tahunan lebih dari 8.000 kendaraan penumpang berbahan bakar bensin. Capaian ini setara 82 persen dari total proyeksi reduksi emisi yang ditargetkan. NBE telah memperoleh Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Sistem Registri Nasional (SRN).
Inisiatif ini juga selaras dengan komitmen Indonesia dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC). Komitmen tersebut disampaikan pada COP-30, menegaskan arah penurunan emisi nasional. Tujuannya adalah menuju Net Zero Emission paling lambat tahun 2060.
Mendorong Ekonomi Hijau dan Partisipasi Pasar Karbon
Peran NBE dalam dekarbonisasi meluas ke pengembangan pasar karbon nasional. Sejak Februari 2026, perusahaan ini resmi berpartisipasi dalam platform perdagangan karbon IDX Carbon. Ini menegaskan posisi NBE sebagai pelopor swasta dalam pengembangan kredit karbon.
Doni Syamsurianto, Direktur PT Nagata Bio Energi, menyatakan pengembangan energi terbarukan tidak hanya berorientasi pada teknologi. Namun, juga pada dampak sosial yang dirasakan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa energi bersih juga menghadirkan manfaat langsung bagi lingkungan dan komunitas lokal. Limbah yang sebelumnya menjadi persoalan kini berubah menjadi sumber daya yang bernilai,” ujar Doni.
Transformasi limbah menjadi energi menciptakan nilai tambah berlapis. Ini termasuk pengurangan pencemaran, penyediaan energi bersih, dan peluang ekonomi di tingkat lokal. Komitmen ini membuahkan hasil positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Sumber: AntaraNews