Limbah Pertanian Hingga Peternakan 'Disulap' Jadi Bahan Bakar Gas Terbarukan
BioCNG tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi yang ramah lingkungan, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru melalui pengelolaannya.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengubah limbah menjadi bahan bakar gas terbarukan yang dikenal dengan BioCNG (Bio Compressed Natural Gas). Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha untuk mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, serta untuk meningkatkan proporsi energi terbarukan di Indonesia.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa pengembangan BioCNG tidak hanya menjadi solusi untuk energi bersih, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi dari pengelolaan limbah.
"Indonesia memiliki sumber biomassa yang luar biasa besar dari limbah pertanian, perkebunan, hingga peternakan. Tantangannya adalah bagaimana mengonversi potensi itu menjadi energi yang bernilai ekonomi tinggi," ujar Hokkop dikutip dari Liputan6.com di Jakarta, Minggu (2/11).
Dalam melaksanakan inisiatif ini, PLN EPI bekerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia untuk mengembangkan dan memanfaatkan energi yang berbasis limbah menjadi bahan bakar gas terbarukan. Menurut Hokkop, kolaborasi ini menandai langkah penting bagi PLN EPI, yang beralih dari sekadar penyedia energi primer menjadi penggerak ekosistem bioenergi nasional.
"Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun rantai pasok BioCNG yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir," tegas Hokkop.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan KIS Biofuels membuka peluang untuk mengembangkan pusat waste-to-energy di berbagai lokasi operasi PLN Group, terutama di pembangkit listrik berbasis gas (PLTG, PLTGU, PLTMG).
"Langkah ini bukan sekadar penjajakan teknologi, melainkan komitmen bersama untuk membangun ekonomi sirkular. Kami ingin mengubah limbah menjadi sumber energi masa depan," katanya.
Momen Krusial untuk Industri Energi Terbarukan
Sementara itu, Komisaris PT KIS Biofuels, Indonesia, Yasmine Surachman, menganggap bahwa kolaborasi ini adalah momen yang sangat signifikan bagi perkembangan sektor energi terbarukan di Indonesia.
Ia menekankan bahwa investasi serta teknologi yang dikembangkan oleh KIS Biofuels akan diarahkan untuk memperkuat rantai nilai energi hijau di tanah air.
"Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana kemitraan strategis antara BUMN dan sektor swasta dapat mempercepat inovasi energi bersih. Kami membawa pengalaman global KIS dalam produksi BioCNG dan biogas untuk mendukung transisi energi Indonesia yang inklusif," tutur Yasmin.
Menurutnya, KIS Biofuels siap berkontribusi dalam pembangunan fasilitas produksi BioCNG, melakukan penelitian, menjalankan proyek percontohan, serta melakukan transfer teknologi dalam pengolahan limbah menjadi energi.
"Kami percaya bahwa energi hijau bukan hanya isu lingkungan, tapi juga peluang ekonomi yang bisa menguntungkan masyarakat," tambahnya.
Dengan demikian, KIS Biofuels berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi energi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia.
Pilar Utama dalam Upaya Dekarbonisasi
Kerja sama ini direncanakan berlangsung selama dua tahun dan mencakup berbagai inisiatif. Inisiatif tersebut meliputi studi kelayakan, peningkatan kapasitas, penelitian, proyek percontohan, serta pengembangan model bisnis BioCNG yang memanfaatkan limbah dari sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
PLN EPI, melalui Direktorat Biomassa, menargetkan agar BioCNG menjadi salah satu pilar utama dalam upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.
Dengan demikian, inisiatif ini sejalan dengan strategi 'Beyond kWh' yang diterapkan oleh PLN Group, yang menekankan pentingnya inovasi, efisiensi, dan nilai tambah dalam bisnis energi bersih.