DEN Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Nasional di Sistem Jamali dan Dorong Transisi Energi
Dewan Energi Nasional (DEN) meninjau PLTU Cirebon Expansion untuk memastikan Pasokan Listrik Nasional di sistem Jawa-Madura-Bali tetap terjaga, sekaligus mendorong percepatan transisi menuju energi bersih.
Dewan Energi Nasional (DEN) melakukan kunjungan kerja ke PLTU Cirebon Expansion, memastikan keandalan Pasokan Listrik Nasional, khususnya di sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali). Kunjungan ini juga bertujuan untuk meninjau kesiapan pembangkit dalam mendukung agenda transisi energi nasional.
Anggota Pemangku Kepentingan (APK) DEN, Muhammad Kholid Syeirazi, menyatakan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memastikan pasokan listrik tetap terjaga. Selain itu, DEN juga ingin mengidentifikasi kendala yang mungkin ada dan memerlukan perhatian serius.
Kunjungan kerja yang dilakukan pada Sabtu ini merupakan respons cepat DEN terhadap berbagai isu terkait ketersediaan ketenagalistrikan di sistem Jamali. Sistem ini diketahui sedang menghadapi tantangan signifikan.
Fokus Keandalan Sistem Jamali
Respons cepat DEN terhadap isu ketersediaan listrik di sistem Jamali menunjukkan komitmen menjaga stabilitas energi. Sistem Jamali merupakan tulang punggung Pasokan Listrik Nasional yang vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial.
Kholid menjelaskan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih memegang peran dominan dalam sistem ketenagalistrikan nasional. Kontribusi pembangkit berbahan bakar batu bara ini masih mencapai lebih dari 60 persen dari total kapasitas pembangkit yang beroperasi.
Meskipun demikian, pemerintah telah menetapkan arah kebijakan jangka panjang untuk menyeimbangkan bauran energi nasional. Hal ini dilakukan melalui peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) secara bertahap.
Dorongan Transisi Energi dan Dekarbonisasi
Saat ini, porsi EBT dalam bauran pembangkit nasional masih sekitar 15,6 persen. Ke depan, DEN mendorong agar komposisi pembangkit tidak lagi didominasi energi fosil, sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Targetnya, pada tahun 2060, bauran pembangkit diharapkan dapat didominasi EBT hingga sekitar 70 persen. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya dekarbonisasi sektor energi dan pencapaian Net Zero Emission (NZE).
Selain meninjau kinerja operasional, DEN juga ingin melihat upaya PLTU Cirebon Expansion dalam mendukung agenda dekarbonisasi. “Kami ingin melihat langsung proses dan kinerja pembangkit di PLTU Cirebon Expansion, mengeksplorasi agenda dekarbonisasi yang sedang disiapkan, termasuk aspek efisiensi energi, efisiensi termal, serta langkah-langkah mitigasi emisi yang dilakukan perusahaan,” kata Muhammad Kholid Syeirazi.
Peran Strategis PLTU Cirebon dalam NZE
Pemerintah telah menetapkan arah transisi energi nasional melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional. Regulasi ini menargetkan peningkatan bauran EBT secara bertahap hingga mencapai 70–72 persen pada 2060.
Target tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan Net Zero Emission (NZE) di Indonesia. Kebijakan ini juga menjadi landasan utama dalam mendukung dekarbonisasi sektor energi, penguatan ketahanan iklim, serta pembangunan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.
Kholid berharap PT Cirebon Energi Prasarana dapat mengambil peran strategis dalam mendukung transisi energi nasional. Hal ini dapat diwujudkan melalui pengembangan dan pemanfaatan energi yang semakin berbasis energi hijau. Kontribusi ini penting untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Sumber: AntaraNews