AKPSI Dorong Hilirisasi Sawit untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional
Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) menegaskan peran vital daerah penghasil sawit dalam menopang kemandirian energi nasional melalui hilirisasi sawit dan program biodiesel B50, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) menyatakan bahwa daerah penghasil sawit memiliki posisi strategis dalam menopang ketahanan serta kemandirian energi nasional. Peran ini tidak hanya terbatas pada penyediaan bahan baku, melainkan juga sebagai garda terdepan dalam transisi menuju energi hijau di Indonesia.
Hilirisasi sawit dan program biodiesel diyakini tidak hanya memberikan dampak positif pada sektor energi, tetapi juga berpotensi besar meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Selain itu, langkah ini juga akan memperkuat perekonomian daerah secara signifikan.
Dalam pertemuan dengan Dewan Energi Nasional (DEN) di Jakarta pada Selasa (2/6), AKPSI membahas sinkronisasi kebijakan hilirisasi sawit, percepatan implementasi mandatori biodiesel menuju B50, dan penguatan hak fiskal daerah melalui skema Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang lebih proporsional.
Peran Strategis Daerah Penghasil Sawit dalam Transisi Energi
Ketua Harian AKPSI, Delis J Hehi, yang juga Bupati Morowali Utara, menekankan bahwa keadilan fiskal, stabilitas harga sawit rakyat, dan keterlibatan aktif daerah harus menjadi prioritas bersama. AKPSI mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transformasi energi.
Dukungan tersebut termasuk implementasi B50 dan pencapaian target Net Zero Emission 2050. Sinergitas lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan energi berbasis sawit tidak hanya berorientasi pada target nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di daerah penghasil.
Pemerintah daerah siap berperan aktif dalam percepatan perencanaan energi nasional. Keterlibatan konkret daerah juga diperlukan, termasuk dalam pengawasan harga sawit rakyat, penguatan infrastruktur pendukung, hingga kepastian regulasi investasi.
Usulan AKPSI untuk Optimalisasi Hilirisasi dan Keadilan Fiskal
Dalam pertemuan dengan DEN, AKPSI menyampaikan sejumlah usulan penting untuk mengoptimalkan potensi sawit dan memastikan keadilan bagi daerah penghasil. Usulan ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian energi dan meningkatkan pendapatan daerah.
- Optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaan lahan sawit agrinas guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Penyelesaian ketidakpastian hukum terkait Hak Guna Usaha (HGU) untuk memberikan kepastian investasi dan pengelolaan lahan.
- Penguatan kerja sama transisi energi melalui rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama DEN.
AKPSI juga menyatakan kesiapan daerah anggota untuk mendukung target pengembangan 100 gigawatt (GW) energi baru terbarukan. Hal ini akan diwujudkan melalui penyediaan lahan potensial untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta energi berbasis biomassa sawit.
Sinergi DEN dan AKPSI Wujudkan Kemandirian Energi
Pertemuan antara AKPSI dan DEN menghasilkan empat poin kesepakatan yang akan segera ditindaklanjuti oleh kedua belah pihak. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mencapai tujuan energi nasional.
- DEN berkomitmen menjembatani koordinasi antara AKPSI dan Kementerian Pertanian (Kementan) guna memperkuat pengawasan harga sawit rakyat serta optimalisasi produktivitas perkebunan.
- DEN bersama AKPSI akan membangun koordinasi dengan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) untuk menjamin kesiapan pasokan bahan baku biodiesel menuju implementasi B50.
- DEN siap memfasilitasi koordinasi antara AKPSI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait evaluasi formula DBH sawit. Tujuannya adalah agar lebih transparan, proporsional, dan berkeadilan bagi daerah penghasil.
Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menyambut positif langkah proaktif AKPSI dalam membantu percepatan transisi energi nasional. Menurutnya, kesiapan daerah dalam menyediakan pasokan feedstock merupakan faktor penting keberhasilan peta jalan biodiesel nasional, dari B40 menuju B50. Keterlibatan aktif daerah penghasil sawit sangat menentukan keberhasilan agenda kemandirian energi nasional yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews