Limbah Kini Bisa Menjadi Sumber Energi untuk Pembangkit Listrik, Strategi Kurangi Emisi Karbon

PLN EPI juga telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk merealisasikan program ini.

Deny19
Oleh Deny19 - Reporter
Limbah Kini Bisa Menjadi Sumber Energi untuk Pembangkit Listrik, Strategi Kurangi Emisi Karbon
PT PLN (Persero) sukses menerapkan implementasi biomassa sebesar 6 persen untuk bahan bakar PLTU Paiton unit 1 dan 2. (Dok PLN) (© 2025 Liputan6.com)

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sedang mengembangkan ekosistem energi berbasis biomassa di Indramayu. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan potensi daerah serta mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, Indramayu dipilih sebagai lokasi pengembangan ekosistem biomassa karena kaya akan sumber daya pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Limbah yang dihasilkan dari sektor-sektor tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa, yang nantinya digunakan sebagai bahan bakar PLTU untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara.

PLN EPI juga telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk merealisasikan program ini. "Melalui kolaborasi ini, kami mendorong pemanfaatan limbah pertanian, limbah kehutanan, dan sampah perkotaan sebagai bahan baku yang akan digunakan dalam program cofiring PLTU. Target kami di tahun 2025 adalah mencapai pemanfaatan biomassa sebesar 3 juta ton, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya," ungkap Hokkop pada Rabu (13/8).

Hokkop menambahkan bahwa pendekatan PLN EPI dalam pemanfaatan biomassa tidak hanya fokus pada aspek teknis operasional, tetapi juga memperhatikan pemberdayaan masyarakat lokal, termasuk melalui pemanfaatan lahan kritis dan marginal yang belum produktif.

Potensi Biomassa Indonesia dari Limbah Pertanian Capai 130 Juta Ton per Tahun
Tetua adat Manggarai. © 2025 Liputan6.com

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyambut positif inisiatif tersebut dan menganggap kerjasama ini sejalan dengan visi pembangunan daerah Indramayu untuk menjadi wilayah yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

"Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan menghasilkan nilai tambah, membuka peluang kerja baru, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan. Kami berharap nota kesepahaman ini dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret dan implementatif oleh BUMD kami serta PLN EPI," ungkapnya.

Saat Limbah jadi Nyawa Pembangkit Listrik Demi Terangi Warga
PT PLN (Persero) sukses menerapkan implementasi biomassa sebesar 6 persen untuk bahan bakar PLTU Paiton unit 1 dan 2. (Dok PLN) © 2025 Liputan6.com

Sebelum mencapai target net zero pada tahun 2060, PT PLN (Persero) harus menjaga keseimbangan antara pasokan listrik yang andal, keterjangkauan, dan keberlanjutan lingkungan, sambil tetap mempertahankan kesehatan finansial perusahaan.

Berbagai inovasi dilakukan untuk memastikan bahwa penurunan emisi dapat tercapai tanpa mengorbankan kondisi keuangan perusahaan.

EVP Perencanaan Strategi Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Parulian Noviandri, menyatakan bahwa salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan tanpa merugikan keuangan korporat adalah dengan melakukan diversifikasi bahan bakar pembangkit batu bara menggunakan biomassa (Co-firing) secara bertahap.

Tahun ini, terdapat 52 lokasi yang melaksanakan program co-firing dengan total kapasitas mencapai 2,45 gigawatt (GW) dan potensi pengurangan emisi sebesar 10,75 juta ton CO2. Selain itu, konversi konsumsi bahan bakar minyak ke Energi Baru Terbarukan (EBT) dilakukan melalui program Dedieselisasi dan Hibridisasi.

Tujuan dari program ini adalah untuk mengganti atau mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, meningkatkan efisiensi biaya bahan bakar, mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik.

"Program konversi PLTD ke EBT & Hybrid dilakukan secara bertahap di 631 lokasi PLTD yang tersebar di seluruh Indonesia," ungkap Parulian.

Program Dedieselisasi sendiri dilaksanakan pada 3.378 unit pembangkit diesel yang masih beroperasi melalui tiga program, yaitu program EBT dan Hybrid dengan kapasitas 0,62 GW di 631 lokasi.

Listrik Padam di Berbagai Daerah, Kementerian ESDM Rapat Maraton dengan PLN
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/6/2026). (Arief/Liputan6.com) © 2026 Liputan6.com

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) akan diubah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTMG) dengan kapasitas 0,21 GW yang tersebar di 35 lokasi. Selain itu, ada juga program interkoneksi ke jaringan listrik dengan kapasitas 0,75 GW yang mencakup 154 lokasi.

Hibridisasi PLTD dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan baterai ditargetkan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 8,1 juta liter per tahun, yang berpotensi menghemat biaya sebesar Rp58,84 miliar per tahun.

Salah satu proyek percontohan hibridisasi dilakukan di Maratua dengan kapasitas panel surya 300 kW dan baterai 600 kWh. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM sebanyak 46.219,95 liter antara Agustus hingga Desember 2025, serta menurunkan emisi karbon sebesar 110.465,68 kg CO2," ujar Parulian.

PLN menyadari bahwa saat ini lebih dari 60 persen sumber energi pembangkit masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara, sehingga manajemen terus berupaya meningkatkan penggunaan teknologi untuk menangkap emisi karbon yang dihasilkan.

PLN menjalin kemitraan dengan perusahaan energi lainnya dalam pengembangan dan studi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). "Kami berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission dengan menambahkan teknologi pada pembangkit yang ada, termasuk Carbon Capture Storage (CCS)," kata Parulian.

Dengan langkah-langkah ini, PLN berharap dapat mengurangi dampak lingkungan dari pembangkit yang ada dan berkontribusi terhadap keberlanjutan energi di Indonesia.

Rekomendasi