Prabowo Pasang Target Swasembada Pangan dalam 3 Tahun
Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintah bertekad untuk memberikan dukungan kepada para petani guna meningkatkan hasil produksi mereka.
Sejak awal masa kepemimpinannya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah telah bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar di sektor pertanian terpenuhi. Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah perbaikan dalam distribusi pupuk, agar lebih merata dan mudah diakses oleh para petani.
Dengan upaya tersebut, diharapkan swasembada pangan dapat tercapai. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah berhasil menjamin ketersediaan pupuk hingga ke berbagai daerah dengan harga yang lebih terjangkau.
"Saya sudah buktikan Pemerintah sudah buktikan begitu kita ambil alih pemerintahan, bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani dengan adil dan dengan cukup da dengan harga yang kita turunkan," kata Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU, yang disiarkan secara virtual di Youtube Sekretariat Negara pada Minggu (8/2/2026).
Kebijakan ini dianggap krusial untuk menjaga produktivitas pertanian serta meringankan beban yang dihadapi oleh para petani. Menurut Presiden, langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa dengan perbaikan tata kelola, kebutuhan vital masyarakat dapat dipenuhi secara lebih adil. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan para petani mendapatkan dukungan yang memadai untuk meningkatkan hasil produksi.
Cadangan Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Selain fokus pada pupuk, pemerintah juga mengklaim telah mencapai kemajuan signifikan dalam memperkuat stok pangan nasional. Prabowo mengungkapkan bahwa cadangan beras di gudang pemerintah saat ini berada pada titik tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Ia menyebutkan bahwa sejak 31 Desember 2025, kondisi cadangan beras nasional berada pada posisi yang sangat kuat.
Hal ini merupakan hasil dari kebijakan yang berorientasi pada penguatan produksi dan pengelolaan stok pangan. Presiden menilai pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi ketahanan pangan nasional.
"Pertama kali dalam sejarah republik kita cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah republik Indonesia. Sejak 31 Desember 2025 Indonesia sekarang swasembada beras," ujarnya.
Mencapai swasembada pangan di tingkat nasional
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras dan sedang berupaya untuk mencapai swasembada jagung dalam waktu dekat. Ia optimis bahwa dalam tiga tahun mendatang, Indonesia akan mampu mencapai swasembada pangan secara menyeluruh.
"Dan insyaallah sebentar lagi swasembada jagung. dan insyaallah dalam 3 tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya," ujarnya. Kemandirian pangan, menurutnya, merupakan faktor kunci untuk memastikan kesejahteraan masyarakat. Dengan produksi yang kuat dan pasokan yang terjamin, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada impor.
Dana Riset Kampus akan Ditingkatkan Sebesar Rp 4 Triliun.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menambah alokasi dana untuk riset dan inovasi sebesar Rp 4 triliun, yang ditujukan kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Dengan demikian, total dana yang disediakan oleh Prabowo untuk riset dan inovasi mencapai Rp 12 triliun. Informasi ini disampaikan oleh Prabowo saat mengadakan pertemuan dengan para akademisi, termasuk rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (15/1/2026).
"Dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun," ungkap Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada hari yang sama. Dia menjelaskan bahwa dana riset di perguruan tinggi telah mencapai Rp 8 triliun, yang setara dengan 0,34 persen dari total APBN 2026. Prasetyo juga menyatakan harapan Presiden Prabowo agar tambahan dana ini dapat memperkuat riset di seluruh perguruan tinggi.
"Harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi)," ujarnya. Prasetyo menambahkan bahwa Prabowo menginginkan agar fokus riset diarahkan untuk mencapai swasembada pangan dan energi, serta untuk mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi.
"Beliau memberikan penekanan bahwa riset-riset tersebut diutamakan untuk, yang pertama mengejar swasembada pangan. Kemudian mengejar swasembada energi," tutur Prasetyo.
Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa Prabowo juga menekankan pentingnya mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi yang rencananya akan dimulai dengan groundbreaking besar-besaran tahun ini.
"Yang ketiga, mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi yang tahun ini akan mulai dilakukan groundbreaking besar-besaran yang tentunya membutuhkan sumber daya-sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," tambahnya.