Perum Jasa Tirta I Lakukan Pembersihan Sedimen Bendungan Blitar, Jamin Ketahanan Pangan dan Energi
Perum Jasa Tirta I akan melakukan Pembersihan Sedimen Bendungan Blitar di Wlingi dan Lodoyo pada 18-23 Mei 2026, langkah krusial menjaga fungsi waduk, mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Perum Jasa Tirta I (PJT I) akan melaksanakan flushing atau Pembersihan Sedimen Bendungan Blitar. Kegiatan ini menyasar Bendungan Wlingi dan Bendungan Lodoyo yang berlokasi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan PJT I untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Kepala Sub Divisi PSDA Brantas 1 Perum Jasa Tirta I, Arief Satria Marsudi, menjelaskan bahwa pemeliharaan ini sangat penting. Tujuannya adalah untuk menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air yang vital. Pembersihan ini memastikan fungsi optimal bendungan tetap terjaga.
Pelaksanaan flushing tersebut telah dijadwalkan secara cermat. Kegiatan ini akan berlangsung mulai tanggal 18 hingga 23 Mei 2026 di kedua bendungan tersebut. Persiapan matang telah dilakukan untuk kelancaran operasi ini.
Optimalisasi Fungsi Bendungan dan Pembangkit Listrik
Pembersihan sedimen ini memiliki banyak tujuan penting yang saling berkaitan. Salah satunya adalah menjamin keberlangsungan fungsi waduk secara optimal. Ini penting untuk pengelolaan air yang efektif di wilayah tersebut.
Selain itu, kegiatan ini juga krusial untuk keberlanjutan pembangkitan listrik. Pembangkit listrik yang akan merasakan dampak positifnya meliputi PLTA Wlingi, PLTA Lodoyo, dan PLTM Lodagung. Pasokan listrik yang stabil sangat bergantung pada kondisi waduk yang baik.
Tidak hanya itu, flushing juga bertujuan untuk memastikan kelancaran pasokan air bagi daerah irigasi Lodagung. Kelancaran irigasi adalah kunci utama bagi produktivitas pertanian. Ini secara langsung mendukung ketahanan pangan daerah.
Arief Satria Marsudi menegaskan bahwa upaya pemeliharaan ini adalah investasi jangka panjang. Hal ini dilakukan demi menjaga infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi prima. Keandalan bendungan dan sistem irigasi sangat vital bagi sektor pertanian serta pasokan listrik yang stabil. Dengan pemeliharaan rutin ini, PJT I berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
Koordinasi Lintas Sektor dan Peringatan Keselamatan
Sebelum pelaksanaan flushing, Perum Jasa Tirta I telah melakukan koordinasi intensif. Koordinasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah terkait. Tujuannya untuk meminimalkan dampak dan memastikan kelancaran.
Secara khusus, pertemuan juga telah dilakukan dengan perwakilan Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA). Pertemuan ini mencakup wilayah Blitar dan Tulungagung. Mereka membahas manajemen tata air irigasi selama masa flushing.
"Melalui koordinasi intensif bersama masyarakat dan pemangku kebijakan terkait, kami ingin memastikan bahwa seluruh kebutuhan tata air masyarakat telah terakomodasi dengan baik dalam skenario operasional kami,” kata Arief. Hal ini menunjukkan komitmen PJT I terhadap kepentingan publik.
Selama periode flushing berlangsung, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Akan terjadi peningkatan debit dan kekeruhan air, terutama pada ruas hilir Bendungan Wlingi dan Lodoyo. Kondisi ini memerlukan perhatian ekstra dari warga.
Kedua akses lintas di Bendungan Wlingi dan Lodoyo akan ditutup sementara demi keamanan. PJT I juga mengimbau masyarakat di wilayah Blitar, Tulungagung, dan Kediri untuk menghindari aktivitas di sekitar aliran Sungai Brantas. Hal ini karena derasnya aliran air saat pelaksanaan Pembersihan Sedimen Bendungan Blitar.
”Kami imbau warga juga meningkatkan kewaspadaan guna menjaga keselamatan bersama selama kegiatan flushing berlangsung,” tambah Arief. Keselamatan menjadi prioritas utama selama kegiatan pembersihan ini. Semua pihak diharapkan mematuhi imbauan tersebut.
Sumber: AntaraNews