SDA Jakarta Utara Intensifkan Pengerukan Sungai dan Waduk, Antisipasi Banjir di Ibu Kota

Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara (SDA Jakut) terus mengintensifkan **pengerukan sungai Jakarta Utara**, waduk, dan saluran penghubung sepanjang 2025 hingga 2026 guna mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Ibu Kota.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
SDA Jakarta Utara Intensifkan Pengerukan Sungai dan Waduk, Antisipasi Banjir di Ibu Kota
Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara (SDA Jakut) terus mengintensifkan **pengerukan sungai Jakarta Utara**, waduk, dan saluran penghubung sepanjang 2025 hingga 2026 guna mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Ibu Kota. (AntaraNews)

Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah mencatat upaya signifikan dalam mengantisipasi banjir. Sepanjang tahun 2025, instansi ini gencar melakukan pengerukan sedimen di belasan kali (sungai), waduk, dan saluran penghubung. Kegiatan ini merupakan langkah proaktif untuk menjaga kapasitas penampungan air di wilayah tersebut.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, menegaskan bahwa pengerukan menggunakan alat berat akan terus dilanjutkan. Operasi ini direncanakan berlangsung sepanjang tahun 2026. Tujuannya adalah memastikan aliran air tetap lancar dan mengurangi risiko genangan di wilayah Jakarta Utara.

Total 13 kali, 5 waduk, dan 10 saluran penghubung telah menjadi target pengerukan di Jakarta Utara. Lokasi-lokasi ini tersebar di berbagai titik strategis untuk mitigasi banjir. Peningkatan daya tampung menjadi fokus utama dari program pengerukan masif ini.

Prioritas Pengerukan di Waduk dan Kali Utama

Upaya **pengerukan sungai Jakarta Utara** oleh SDA Jakarta Utara memprioritaskan sejumlah waduk vital. Lima waduk utama yang terus dikeruk meliputi Waduk Pluit, Waduk Sunter Utara atau Waduk Cincing, Waduk Muara Angke, Embung Kodamar, dan Embung Babek TNI. Pengerukan ini bertujuan untuk mengembalikan dan meningkatkan kapasitas penampungan air.

Heria Suwandi menjelaskan bahwa tujuan utama pengerukan adalah membuat kapasitas waduk lebih besar. Sedimentasi lumpur yang menumpuk selama bertahun-tahun telah mengurangi daya tampung secara signifikan. Dengan pengerukan, fungsi waduk sebagai penampung air dapat dioptimalkan kembali.

Selain waduk, beberapa aliran kali juga menjadi fokus pengerukan intensif. Kali Cakung Lama dengan beberapa segmen pengerukan, Kali Adem, Kali Semper Barat, Kali Pluit Karang Barat, Kali Betik, Kali Bokor, dan Kali Ancol masih terus berjalan. Pengerukan ini penting untuk menjaga kelancaran aliran air dan mencegah penyumbatan.

Pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya pendangkalan serius pada Kali Angke. Kondisi ini disebabkan oleh sedimentasi lumpur yang tinggi, diperparah oleh dampak rob. Oleh karena itu, pengerukan di Kali Angke harus dikebut untuk memulihkan fungsinya.

Peningkatan Kapasitas Saluran dan Pelayanan Publik

Tidak hanya waduk dan kali, pengurasan saluran penghubung juga menjadi bagian dari program. Saluran Phb Kelapa Lilin Timur, Saluran Phb Warung Jengkol, Saluran Phb Cacing Raya, dan Saluran Phb Karang Bolong terus dikerjakan. Langkah ini krusial untuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal.

Heria Suwandi menambahkan bahwa banyak kali di Jakarta Utara masih menjadi prioritas utama pengerukan. Tingginya sedimen lumpur mengurangi daya tampung kali secara signifikan. Oleh karena itu, pengerukan menggunakan ekskavator harus dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan.

Suku Dinas SDA Jakarta Utara berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Khususnya dalam upaya pengendalian banjir di wilayah Jakarta Utara. Berbagai langkah strategis telah dan akan terus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Pihaknya juga akan meningkatkan kapasitas pompa air dan saluran drainase. Selain itu, pengerukan di waduk dan kali makro akan dipercepat. Perbaikan serta pengurasan saluran juga akan lebih diintensifkan demi kenyamanan warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi