Pertamina Tambah Stok BBM LPG di Pansela Jateng Jelang Idul Fitri 2026
Jelang Idul Fitri 2026, Pertamina Tambah Stok BBM LPG di wilayah Pantai Selatan Jawa Tengah untuk menjamin ketersediaan energi dan antisipasi lonjakan permintaan masyarakat.
PT Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Tengah (JBT) telah mengambil langkah antisipatif menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Mereka menambah stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di wilayah Pantai Selatan (Pansela) Jawa Tengah. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan.
Penambahan stok ini merupakan bagian dari pelaksanaan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) 2026. Fokus utama adalah wilayah Pansela Sales Area Tegal, yang mencakup Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, dan Kebumen. Kesiapan pasokan energi menjadi prioritas utama Pertamina.
Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Region JBT, menyatakan bahwa peningkatan stok ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi. Ini berlaku bagi masyarakat selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri.
Peningkatan Stok BBM dan LPG untuk Pansela Jateng
Pertamina Patra Niaga Region JBT secara signifikan meningkatkan pasokan BBM dan LPG di wilayah Pansela Jawa Tengah. Peningkatan ini merupakan bagian integral dari upaya Satgas Rafi 2026. Tujuannya adalah menjamin kelancaran distribusi energi selama momen penting ini.
Pasokan BBM di wilayah tersebut disuplai dari Fuel Terminal Maos di Kabupaten Cilacap. Selama periode Satgas Rafi, Pertamina meningkatkan stok BBM sekitar 4 hingga 5 persen. Angka ini dibandingkan dengan kondisi normal harian.
Sementara itu, pasokan LPG didukung oleh tiga depot utama: Depot LPG Balongan, Depot LPG Cilacap, dan Depot LPG Obsico. Stok LPG ditingkatkan sekitar 6,7 persen. Langkah ini diambil guna menjaga kelancaran distribusi.
Proyeksi Kenaikan dan Penurunan Konsumsi BBM
Pertamina juga memproyeksikan adanya perubahan pola konsumsi BBM selama periode liburan Idul Fitri. Konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan akan mengalami kenaikan substansial. Peningkatan ini mencapai sekitar 23,3 persen.
Rata-rata normal harian konsumsi gasoline sekitar 1.986 kiloliter. Angka ini diproyeksikan akan melonjak menjadi sekitar 2.446 kiloliter per hari. Hal ini mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat.
Sebaliknya, konsumsi gasoil diperkirakan mengalami penurunan tipis. Penurunan ini sekitar 2,1 persen dari rata-rata normal harian. Angka ini turun dari 993 kiloliter menjadi sekitar 973 kiloliter per hari. Penurunan ini disebabkan berkurangnya aktivitas industri.
Lonjakan Konsumsi LPG di Berbagai Wilayah
Selain BBM, konsumsi LPG juga diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan di sejumlah wilayah Pansela. Secara keseluruhan, kenaikan konsumsi LPG diperkirakan mencapai sekitar 13 persen. Peningkatan ini menunjukkan kebutuhan rumah tangga yang lebih tinggi.
Di Kabupaten Banjarnegara, konsumsi LPG diperkirakan meningkat dari rata-rata 92 metrik ton per hari menjadi sekitar 104 metrik ton per hari. Kabupaten Banyumas juga diproyeksikan naik dari 192 metrik ton per hari menjadi sekitar 216 metrik ton per hari.
Kabupaten Cilacap akan melihat peningkatan dari 184 metrik ton menjadi sekitar 207 metrik ton per hari. Kenaikan serupa diperkirakan terjadi di Kabupaten Purbalingga, dari 102 metrik ton menjadi 115 metrik ton per hari. Kabupaten Kebumen juga naik dari 130 metrik ton menjadi 146 metrik ton per hari.
Jaminan Ketersediaan Energi oleh Pertamina
Taufiq Kurniawan menegaskan komitmen Pertamina untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan distribusi energi. Hal ini dilakukan selama masa Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Tujuannya adalah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.
Pertamina terus berupaya menjaga pasokan energi. Mereka melakukan pemantauan ketat terhadap stok dan distribusi. Ini untuk menghindari kelangkaan dan menjamin kelancaran aktivitas masyarakat.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam melayani kebutuhan energi nasional. Terutama pada periode puncak seperti Idul Fitri.
Sumber: AntaraNews