Pertamina Tambah 19,5 Persen Pasokan Elpiji di Sumbar Jelang Idul Fitri 1447 H
Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menambah pasokan elpiji sebesar 19,5 persen di Sumatera Barat untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bagi masyarakat.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengambil langkah proaktif dengan menambah pasokan bahan bakar elpiji di Provinsi Sumatera Barat. Penambahan ini mencapai 19,5 persen dari kebutuhan normal, setara dengan 2.400 metrik ton, sebagai antisipasi lonjakan permintaan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah strategis ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat selama periode Lebaran yang diperkirakan akan mengalami peningkatan konsumsi. Pertamina berupaya keras agar kebutuhan elpiji, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi, dapat terpenuhi tanpa kendala.
Hingga Sabtu, 14 Maret 2026, Pertamina Sumbagut telah mengimplementasikan penambahan pasokan elpiji antara 10 hingga 15 persen dari kebutuhan normal di wilayah Ranah Minang. Kebutuhan gas elpiji Sumatera Barat pada Maret 2026 tercatat sebanyak 14 ribu metrik ton, menunjukkan skala permintaan yang harus dipenuhi.
Peningkatan Pasokan Elpiji untuk Kebutuhan Lebaran
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut secara signifikan meningkatkan pasokan elpiji di Sumatera Barat guna menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H. Penambahan sebesar 19,5 persen, atau sekitar 2.400 metrik ton, diharapkan mampu menopang lonjakan konsumsi selama periode hari raya.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Sumbagut Wilayah Sumbar, Fakhri Rizal, menjelaskan bahwa penambahan elpiji ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang diperkirakan meningkat setiap Lebaran. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan memadai.
Sebagai informasi awal, hingga Sabtu (14/3/2026), Pertamina Sumbagut telah melakukan penambahan pasokan elpiji dalam rentang 10-15 persen dari kebutuhan normal di Ranah Minang. Ini menunjukkan bahwa persiapan telah dilakukan secara bertahap dan terencana untuk mengantisipasi puncak permintaan.
Dengan kebutuhan gas elpiji Sumatera Barat pada Maret 2026 yang mencapai 14 ribu metrik ton, upaya penambahan pasokan ini menjadi krusial. Pertamina bertekad untuk menjaga agar distribusi tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat.
Jaminan Operasional dan Ketersediaan Stok Elpiji
Untuk menjamin ketersediaan elpiji selama periode libur panjang, Pertamina Sumbagut memastikan seluruh stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) di Sumatera Barat tetap beroperasi penuh. Komitmen ini termasuk saat hari libur nasional seperti Hari Raya Nyepi, dengan operasional penuh hingga 22 Maret 2026.
Selain itu, Pertamina Sumbagut juga telah berkoordinasi erat dengan 173 agen gas elpiji, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi, yang siap melayani kebutuhan masyarakat selama Lebaran. Jaringan agen yang luas ini diharapkan dapat memastikan aksesibilitas elpiji di berbagai wilayah.
Meskipun ada penambahan pasokan yang signifikan, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panik. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan elpiji tiga kilogram maupun Bright Gas non-subsidi, karena stok dipastikan aman.
Pengawasan Harga dan Distribusi Elpiji
Pertamina tidak hanya fokus pada penambahan pasokan, tetapi juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk turut membantu pengawasan harga jual elpiji. Pengawasan ini mencakup harga di tingkat pangkalan maupun pengecer, guna mencegah praktik penimbunan atau penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).
Fakhri Rizal menegaskan bahwa Pertamina akan terus memantau penjualan elpiji di pangkalan resmi sesuai dengan HET yang telah ditetapkan. Langkah ini diambil untuk melindungi konsumen dari praktik harga yang tidak wajar dan memastikan distribusi yang adil.
Melalui koordinasi dengan berbagai pihak, Pertamina berupaya menciptakan ekosistem distribusi elpiji yang transparan dan bertanggung jawab. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama menjelang dan selama perayaan Idul Fitri.
Sumber: AntaraNews