Pertamina Salurkan Bantuan BBM dan Sembako Percepat Pemulihan Desa Tempur Jepara
PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat menyalurkan bantuan BBM dan sembako untuk mempercepat pemulihan Desa Tempur Jepara yang terisolasi akibat longsor.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah telah menyalurkan bantuan vital berupa 1.000 liter BBM Dexlite untuk operasional alat berat serta tabung elpiji untuk dapur umum posko pengungsian. Bantuan ini bertujuan mempercepat proses pemulihan pasca-longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Bupati Jepara Witiarso Utomo, disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Selasa (13/1).
Fokus utama kepedulian Pertamina adalah pada penyediaan BBM untuk alat berat yang krusial dalam membersihkan material longsoran dan membangun akses jalan sementara menuju desa yang terisolasi. Dengan terbukanya akses, diharapkan mobilisasi bantuan dan pemulihan dapat berjalan lebih lancar dan efektif. Langkah cepat Pertamina ini menunjukkan komitmen dalam mendukung masyarakat terdampak bencana alam.
Meskipun layanan listrik ke Desa Tempur sudah tersambung kembali, kebutuhan BBM untuk alat berat tetap menjadi prioritas utama untuk mempercepat pembukaan akses jalan. Selain itu, pasokan elpiji, termasuk Bright Gas, dipastikan aman untuk kebutuhan memasak di dapur umum pengungsian, dengan agen elpiji lokal yang berupaya menjangkau desa tersebut.
Prioritas Bantuan BBM untuk Akses Vital
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa fokus utama bantuan Pertamina adalah BBM untuk operasional alat berat. Alat berat ini sangat penting untuk membersihkan material longsoran dan membuat sambungan jalan sementara menuju Desa Tempur yang sebelumnya terisolasi total. Pembukaan akses jalan menjadi kunci utama agar bantuan dan mobilisasi lainnya dapat masuk dengan mudah ke desa tersebut.
Dukungan 1.000 liter Dexlite dari Pertamina ini sangat diapresiasi oleh Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng, Dwi Suryono, yang bertanggung jawab atas penyediaan BBM untuk alat berat. Kontribusi ini memastikan logistik yang cukup untuk alat berat yang bekerja keras membuka kembali akses jalan yang tertutup bencana. Dengan akses yang kembali terbuka, proses pembersihan dan pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat.
Meskipun pasokan listrik ke Desa Tempur telah pulih, kebutuhan BBM untuk alat berat tetap menjadi prioritas utama dalam upaya pemulihan. Pertamina memastikan bahwa pasokan ini akan terus tersedia untuk mendukung kelancaran operasi di lapangan. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik antara berbagai pihak dalam penanganan bencana.
Dukungan Logistik dan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak
Selain BBM untuk alat berat, Pertamina juga memastikan ketersediaan tabung elpiji untuk dapur umum di posko pengungsian serta makanan cepat saji. Taufiq Kurniawan menjelaskan bahwa meskipun ada pangkalan elpiji di Desa Tempur yang sempat terisolasi, Pertamina menjamin pasokan elpiji, termasuk Bright Gas, akan tetap terpenuhi. Agen elpiji di bawah akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai desa tersebut, memastikan kebutuhan memasak warga terpenuhi.
Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, melaporkan bahwa bencana longsor yang menerjang Desa Tempur pada Jumat (9/1) telah mengisolasi enam dukuh. Akibatnya, sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga di Desa Tempur terputus akses jalannya secara total. Hujan deras tanpa henti menjadi pemicu utama longsor tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Jepara, Tri Mulyo Mardi Santoso, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Pertamina Patra Niaga. Bantuan yang disalurkan Pertamina sangat bermanfaat bagi masyarakat terdampak dan juga bagi tim evakuasi dalam proses pembukaan akses jalan. Dengan terbukanya kembali akses bagi kendaraan roda empat, proses pembersihan material longsor dapat segera tuntas.
Sumber: AntaraNews