Pertamina Patra Niaga Pastikan Kelancaran Distribusi Energi Aceh Pasca Bencana dengan Jalur Laut
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mempercepat Distribusi Energi Aceh berupa LPG dan BBM ke wilayah terdampak bencana menggunakan kapal laut, memastikan pasokan vital terpenuhi.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengambil langkah cepat untuk memastikan ketersediaan energi di wilayah Aceh yang terdampak bencana. Mereka mengirimkan truk tangki LPG (skid tank) dan mobil tangki bahan bakar minyak (BBM) melalui jalur laut. Inisiatif ini bertujuan mengatasi kendala distribusi darat dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi vital.
Pengiriman dilakukan menggunakan Kapal Wira Loewisa yang berlayar dari Lhokseumauwe menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Perjalanan laut ini memakan waktu sekitar 10 jam, menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjangkau area sulit. Langkah ini merupakan bagian dari strategi darurat untuk mempercepat pasokan energi.
Pada Sabtu dini hari, kapal tersebut berhasil mendarat membawa sembilan unit truk tangki LPG dan lima mobil tangki BBM. Pasokan ini sangat krusial untuk mendukung operasional dan pemulihan di Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Besar, Pidie, serta Pidie Jaya. Koordinasi intensif dengan berbagai pihak juga dilakukan untuk kelancaran distribusi.
Strategi Darurat untuk Penyaluran Energi di Aceh
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menerapkan strategi darurat yang komprehensif guna mempercepat penyaluran BBM dan LPG ke wilayah terdampak bencana di Aceh. Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, menegaskan pentingnya penggunaan berbagai moda transportasi. Tujuannya adalah agar energi dapat diterima dengan cepat oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pengiriman melalui jalur laut menjadi solusi utama untuk mengatasi tantangan geografis dan infrastruktur yang mungkin terganggu pasca bencana. Kapal Wira Loewisa secara khusus digunakan untuk mengangkut truk tangki LPG dari Integrated Terminal Lhokseumauwe. Selain itu, lima mobil tangki BBM tambahan juga dikirim untuk memperkuat armada distribusi di Terminal Krueng Raya.
Untuk wilayah seperti Pidie Jaya dan Bireun, pasokan BBM dialihkan dari Terminal BBM Krueng Raya, sementara LPG tetap didistribusikan dari Integrated Terminal Lhokseumauwe melalui jalur laut. Pendekatan ini menunjukkan fleksibilitas Pertamina dalam menyesuaikan metode Distribusi Energi Aceh sesuai kondisi lapangan. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, turut memantau langsung kedatangan pasokan ini, menggarisbawahi urgensi situasi.
"Kami menerapkan strategi emergency untuk percepatan distribusi, dengan menggunakan berbagai moda transportasi agar energi bisa diterima dengan cepat," ujar Fahrougi. Pernyataan ini menegaskan fokus Pertamina pada respons cepat dan efisien dalam situasi darurat, memastikan kebutuhan energi masyarakat Aceh terpenuhi tanpa hambatan berarti.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelancaran Distribusi
Kelancaran Distribusi Energi Aceh tidak hanya bergantung pada moda transportasi, tetapi juga pada koordinasi yang kuat antar berbagai pihak. Pertamina Patra Niaga aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pekerjaan Umum. Kolaborasi ini vital untuk memastikan pembukaan jalur-jalur kritis yang mungkin terhambat.
Selain itu, dukungan dari TNI dan Polri juga sangat penting dalam mengamankan jalur distribusi dan mempercepat akses ke lokasi bencana. Sinergi ini memastikan bahwa truk tangki LPG dan mobil tangki BBM dapat mencapai titik-titik distribusi dengan aman dan tepat waktu. Tujuannya adalah untuk mempercepat pasokan energi ke masyarakat yang terdampak.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, bersama Misbah Bukhori, Sales Area Manager Retail Aceh, secara langsung mengawal kedatangan mobil tangki tersebut. "Insya Allah BBM aman di Krueng Raya, LPG sampai hari ini, pendistribusiannya untuk Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Besar, Pidie dan Pidie Jaya. Saya harap bisa memenuhi kebutuhan untuk masyarakat dan beberapa lembaga yang membantu pemulihan di Aceh," kata Illiza. Pernyataan ini menunjukkan optimisme dan harapan akan terpenuhinya kebutuhan energi.
Upaya koordinasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk mengatasi dampak bencana dan mempercepat pemulihan di Aceh. Dengan dukungan semua pihak, Pertamina berupaya menjaga stabilitas pasokan energi, yang merupakan salah satu elemen kunci dalam proses rehabilitasi pasca bencana. Distribusi Energi Aceh menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini.
Sumber: AntaraNews