Pertamina Patra Niaga Pastikan Suplai BBM dan LPG Aceh Berangsur Normal Pasca Bencana
PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi suplai BBM dan LPG Aceh mulai pulih di wilayah terdampak bencana, berkat kolaborasi lintas lembaga dan optimalisasi jalur distribusi.
PT Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Provinsi Aceh kini berangsur normal. Pemulihan ini terjadi di wilayah-wilayah yang sebelumnya terdampak bencana alam. Upaya intensif dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi kembali.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa proses normalisasi ini merupakan hasil kolaborasi efektif antara berbagai pihak. Optimalisasi jalur distribusi darat, laut, dan udara menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pasokan. Situasi di lapangan menunjukkan perbaikan signifikan.
Peninjauan langsung ke SPBU Lhong Raya, Banda Aceh, pada Jumat (5/12/2025) menegaskan kondisi yang semakin kondusif. Dukungan dari TNI, Polri, serta pemerintah daerah berperan besar dalam kelancaran operasi. Pertamina berkomitmen penuh menjaga ketersediaan energi bagi warga Aceh.
Optimalisasi Jalur Distribusi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Pemulihan pasokan BBM dan LPG di Aceh tidak lepas dari strategi optimalisasi jalur distribusi yang komprehensif. Pertamina Patra Niaga memanfaatkan segala moda transportasi untuk menjangkau daerah-daerah terpencil. Kolaborasi erat dengan berbagai lembaga menjadi pilar utama keberhasilan ini.
Achmad Muchtasyar menggarisbawahi pentingnya sinergi dengan TNI dan Polri dalam aspek pengamanan distribusi energi. Selain itu, koordinasi aktif dengan pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Banda Aceh juga sangat membantu penanggulangan bencana. "Kepadatan sudah jauh berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya," ujar Achmad Muchtasyar.
Pertamina juga bekerja sama dengan Basarnas dan KSOP untuk menyalurkan energi kepada masyarakat. Upaya bersama ini memastikan bahwa bantuan energi dapat sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Seluruh pihak berupaya keras memulihkan kondisi pasca bencana.
Penguatan Suplai Melalui Jalur Laut dan Darat
Untuk mempercepat pemulihan suplai energi di Aceh, jalur laut menjadi salah satu andalan utama. Pada Sabtu (6/12/2025) dini hari, Kapal Wira Loewisa berhasil mendarat di Pelabuhan Ulee Lheue. Kapal ini membawa sembilan skid tank LPG dengan total kapasitas 135 MT.
Pasokan LPG tersebut terdiri dari 105 MT subsidi dan 30 MT nonsubsidi, yang berasal dari Integrated Terminal Lhokseumawe. Ini merupakan tambahan suplai krusial bagi wilayah yang akses daratnya masih terganggu oleh banjir dan longsor. Seluruh skid tank tersebut langsung didistribusikan ke SPBE untuk mempercepat penyaluran.
Selain LPG, kapal pengangkut juga membawa empat armada mobil tangki BBM tambahan untuk Banda Aceh. Satu mobil tangki khusus membawa 24 kl BBM untuk keperluan penanganan bencana dan alat berat. Pengalihan suplai juga dilakukan untuk Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen dengan dukungan pasokan sementara dari Integrated Terminal Lhokseumawe.
Kondisi SPBU yang Semakin Kondusif dan Dukungan Udara
Kondisi layanan SPBU di berbagai wilayah Aceh kini menunjukkan perbaikan signifikan. Antrean panjang yang sempat terjadi sejak awal pekan, kini mulai terurai berkat optimalisasi suplai. Pengaturan operasi yang intensif turut berkontribusi pada kelancaran distribusi BBM di Aceh.
Pertamina Patra Niaga juga memastikan penyaluran energi ke wilayah dengan tingkat keterbatasan akses lebih tinggi tetap berjalan. Jalur udara turut dioptimalkan melalui dukungan pesawat perintis dan Hercules. Ini bertujuan menjangkau wilayah yang masih terisolir akibat dampak bencana.
Achmad Muchtasyar menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga untuk terus menjaga keberlangsungan layanan energi. "Semoga kondisi segera pulih sepenuhnya. Mohon doa dan dukungan semua pihak. Kami akan terus hadir untuk melayani masyarakat Aceh dengan sebaik-baiknya," tutup Achmad.
Sumber: AntaraNews