Permata Bank Kaji Pengembangan Produk Paylater, Perkuat Strategi Bisnis Konsumer
PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) tengah mengkaji pengembangan produk buy now pay later (BNPL) atau paylater sebagai langkah strategis untuk memperkuat segmen konsumer di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi.
PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) sedang melakukan asesmen internal terhadap potensi pengembangan produk buy now pay later (BNPL) atau paylater. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi perseroan untuk memperkuat segmen bisnis konsumer di pasar domestik. Kajian mendalam ini dilakukan untuk memastikan keselarasan dengan kebutuhan pasar dan regulasi yang berlaku.
Division Head Consumer Lending Permata Bank Haryanto menjelaskan bahwa pengembangan paylater saat ini masih dalam tahap asesmen internal. “Kalau itu (paylater) sedang kami asesmen, termasuk juga kebijakan terbaru dari regulator (terkait paylater) itu kami sedang melakukan asesmen untuk paylater,” kata Haryanto saat dijumpai media usai konferensi pers Permata Bank x Japan Airlines (JAL) Travel Fair Fase 1-2026 di Jakarta, Rabu.
Perseroan belum dapat mengumumkan lebih lanjut karena masih menunggu hasil kajian internal serta mempertimbangkan kebijakan terbaru dari regulator terkait layanan paylater. Langkah ini diambil Permata Bank seiring dengan prospek bisnis yang lebih baik di tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, didukung perbaikan permintaan dan aktivitas ekonomi nasabah.
Strategi Penguatan Segmen Konsumer dan Peluang Pasar
Permata Bank menunjukkan optimisme terhadap kondisi bisnis tahun ini, yang diproyeksikan akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan permintaan pasar dan aktivitas ekonomi nasabah menjadi faktor pendorong utama. Segmen pengusaha atau SME tetap menjadi fokus utama dengan potensi pertumbuhan yang kuat bagi Permata Bank.
Selain itu, produk-produk seperti kartu kredit, pinjaman pribadi (personal loan), kredit pemilikan rumah (KPR), dan kredit kendaraan bermotor (KKB) diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik. Permata Bank menerapkan strategi bisnis yang berbeda untuk setiap segmen guna memaksimalkan potensi. Untuk segmen pengusaha, fokusnya adalah menangkap transaksi usaha melalui layanan cash management, kredit modal kerja, dan solusi perbankan lainnya.
Sementara itu, untuk konsumer ritel, Permata Bank tidak hanya menyasar sektor pariwisata tetapi juga otomotif. Komitmen ini ditunjukkan dengan menjadi sponsor utama Gaikindo Jakarta Auto Week, menegaskan dukungan terhadap pertumbuhan industri otomotif nasional. Kinerja kredit konsumer Permata Bank relatif terjaga baik, terutama karena mayoritas nasabah berada di segmen menengah ke atas, sehingga dampak pelemahan ekonomi terhadap daya beli dinilai lebih terbatas.
Regulasi OJK dan Prospek Pengembangan Paylater
Pengembangan produk paylater oleh Permata Bank juga mempertimbangkan regulasi terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan BNPL. Regulasi ini secara jelas mengatur bahwa layanan BNPL hanya dapat diselenggarakan oleh bank umum dan perusahaan pembiayaan.
Bagi bank umum, penyelenggaraan BNPL harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk bank. Sementara itu, perusahaan pembiayaan diwajibkan memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari OJK sebelum menawarkan layanan BNPL. Kerangka regulasi ini memberikan kejelasan bagi lembaga keuangan yang ingin masuk ke pasar paylater.
Hingga September 2025, penyaluran kredit Permata Bank secara total tercatat tumbuh 5,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp158,9 triliun. Kualitas kredit perseroan juga tetap terjaga dengan baik dan sehat, ditunjukkan oleh rasio NPL gross sebesar 2,1 persen dan loan at risk (LAR) sebesar 7,0 persen. Angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana LAR tercatat 8,0 persen, menandakan manajemen risiko yang efektif.
Sumber: AntaraNews