Penjualan Tiket Lebaran 2026 Daop 7 Madiun Capai 58 Persen, Ketersediaan Masih Ada
PT KAI Daop 7 Madiun mencatat penjualan Tiket Lebaran 2026 telah mencapai 58 persen dari target, dengan ketersediaan tiket masih cukup untuk periode pra-Lebaran, menarik minat pemudik.
PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun telah mencatatkan penjualan tiket kereta api untuk periode Lebaran 2026. Sebanyak 128.163 tiket telah terjual hingga pertengahan Maret ini. Penjualan ini meliputi keberangkatan dari tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026.
Angka penjualan tiket ini setara dengan sekitar 58 persen jika dibandingkan dengan total realisasi penumpang pada masa angkutan Lebaran tahun 2025. Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa jumlah ini diprediksi akan terus meningkat mengingat masa angkutan Lebaran masih berlangsung panjang.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik di masa pra-Lebaran, khususnya antara 14 hingga 20 Maret 2026, masih memiliki kesempatan. Ketersediaan tiket kereta api dipastikan masih cukup memadai untuk berbagai destinasi populer.
Progres Penjualan Tiket KA Lebaran 2026
Penjualan tiket kereta api untuk masa angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop 7 Madiun menunjukkan progres signifikan. Data terbaru per 14 Maret 2026 menunjukkan 128.163 tiket telah berpindah tangan. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik.
Tohari, Manager Humas Daop 7 Madiun, menjelaskan bahwa jumlah tiket yang terjual tersebut setara 58 persen. Perbandingan dilakukan dengan total realisasi penumpang Lebaran 2025 yang mencapai 221.721 orang. Penjualan masih terus berlangsung dan diperkirakan akan terus bertambah.
KAI Daop 7 Madiun terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang. Komitmen ini termasuk memastikan ketersediaan tiket. Mereka juga mendorong masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan mudik Lebaran.
Ketersediaan Tiket dan Destinasi Favorit
Bagi calon penumpang yang ingin bepergian pada periode pra-Lebaran, yaitu 14 hingga 20 Maret 2026, tiket masih tersedia. Tercatat ada 3.297 tiket kelas Eksekutif dan 1.863 tiket kelas Ekonomi yang belum terjual. Ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk mudik lebih awal.
Destinasi favorit seperti Solo Balapan, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, Jakarta, dan Bandung masih memiliki ketersediaan tiket. KAI Daop 7 Madiun juga menyarankan penumpang tujuan Solo atau Yogyakarta untuk memanfaatkan Tarif Khusus. Tarif ini menawarkan harga yang lebih terjangkau.
Ketersediaan tiket yang cukup ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan. Hal ini juga membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih fleksibel. KAI terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.
Pergerakan Penumpang di Awal Masa Angkutan Lebaran
Hingga hari ketiga masa Angkutan Lebaran 1447 H/2026 pada Jumat (13/3), stasiun-stasiun di Daop 7 Madiun mulai dipadati penumpang. Baik untuk keberangkatan maupun kedatangan, jumlah penumpang menunjukkan peningkatan. Ini menandakan dimulainya arus mudik dan balik awal.
Data pada Jumat (13/3) mencatat 5.880 penumpang diberangkatkan dari stasiun Daop 7 Madiun. Sementara itu, jumlah kedatangan jauh lebih tinggi, mencapai 11.879 penumpang yang turun di wilayah Daop 7.
Secara kumulatif, sejak 11 Maret hingga 13 Maret 2026, total penumpang berangkat dari Daop Madiun mencapai 16.180 orang. Jumlah penumpang yang tiba atau turun di stasiun Daop Madiun mencapai 27.811 orang. Tohari mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital KAI untuk perencanaan perjalanan yang aman dan nyaman.
Sumber: AntaraNews