Pemkab Kotim Intensifkan Pengawasan SPBU Jelang Arus Mudik Lebaran
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengintensifkan Pengawasan SPBU di delapan titik strategis menjelang arus mudik Lebaran, memastikan takaran BBM akurat dan melindungi konsumen dari kecurangan.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk menjamin kepastian takaran bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat. Sidak ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kotim dalam mendukung kelancaran mobilitas menjelang arus mudik Lebaran.
Pelaksana Tugas Kepala DKUKMPP Kotim, Muslih, menyatakan bahwa delapan titik SPBU menjadi target utama pengawasan intensif yang pihaknya lakukan. Fokus utama pemeriksaan adalah mesin pompa ukur BBM untuk menghindari praktik kecurangan yang dapat merugikan konsumen. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan hak-hak konsumen tetap terjaga, terutama saat kebutuhan bahan bakar meningkat.
Kegiatan sidak ini dilaksanakan pada Jumat (13/3) di area perkotaan dan jalur lintas kabupaten serta provinsi di Kotim. Tim Kemetrologian dari DKUKMPP Kotim diterjunkan langsung ke lapangan untuk memastikan takaran BBM seperti Pertamax, Pertalite, maupun Dexlite sudah sesuai standar. Hal ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan serta konsumen.
Fokus Pengawasan dan Perlindungan Konsumen
DKUKMPP Kotim secara aktif melaksanakan sidak ke berbagai SPBU sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah. Pengawasan ini tidak hanya mencakup aspek pangan, tetapi juga memastikan integritas takaran BBM di seluruh SPBU. Tujuannya adalah untuk melindungi konsumen dari potensi kerugian akibat praktik curang.
Muslih menegaskan bahwa perlindungan konsumen menjadi prioritas utama bagi Pemkab Kotim, khususnya menjelang momen krusial seperti Ramadhan dan Idul Fitri. Peningkatan volume kendaraan saat arus mudik diprediksi akan sangat signifikan. Oleh karena itu, pengecekan yang ketat sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik.
Tim pengawas kemetrologian secara khusus diterjunkan untuk menjalankan tugas ini. Mereka berfokus pada pemeriksaan mesin pompa ukur BBM guna mencegah adanya selisih takaran. Ini adalah langkah proaktif pemerintah daerah untuk menjamin layanan yang adil dan transparan kepada masyarakat pengguna jalan.
Lokasi Strategis dan Prosedur Sidak Kemetrologian
Pengawasan intensif ini difokuskan pada SPBU yang berada di area perkotaan serta jalur lintas kabupaten dan provinsi. Lokasi-lokasi ini dipilih karena merupakan rute strategis yang akan banyak dilalui oleh para pemudik. Contoh SPBU yang telah diawasi termasuk SPBU Kilometer 5 Jalan Tjilik Riwut Sampit hingga SPBU Samekto Sampit.
Dalam pelaksanaan sidak, tim ahli meteorologi melakukan pengecekan fisik menyeluruh terhadap peralatan di SPBU. Mereka juga melaksanakan pengujian volume pada alat ukur untuk memastikan akurasi takaran BBM. Prosedur ini dilakukan secara cermat sesuai dengan standar yang berlaku.
Pengecekan meliputi berbagai jenis bahan bakar, mulai dari Pertamax, Pertalite, hingga Dexlite. Setiap jenis BBM diuji untuk memastikan bahwa takaran yang dikeluarkan oleh mesin pompa sesuai dengan jumlah yang dibeli konsumen. Ini adalah bagian integral dari upaya menjaga kualitas layanan publik.
Hasil Temuan dan Standar Kemetrologian Nasional
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi teknis SPBU yang diperiksa masih dalam kategori aman. Semua fasilitas yang diinspeksi memenuhi standar yang telah ditetapkan secara nasional. Hal ini memberikan jaminan awal bagi masyarakat terkait kualitas layanan SPBU di Kotim.
Muslih menjelaskan, seperti hasil pengecekan di SPBU Samekto, ditemukan adanya selisih takaran yang sangat kecil. Namun, selisih tersebut masih berada dalam ambang batas toleransi yang wajar dan diizinkan. Ini menunjukkan bahwa SPBU tersebut beroperasi sesuai dengan regulasi yang ada.
Selain itu, tim juga memeriksa segel mesin pompa BBM. Semua segel ditemukan masih utuh, menandakan bahwa mesin-mesin tersebut belum pernah dibuka atau dimodifikasi secara ilegal. Keutuhan segel ini menjadi indikator penting dalam memastikan tidak adanya praktik kecurangan yang disengaja.
Sumber: AntaraNews