Pemerintah Temukan 14 Kontainer Asal Filipina Terkontaminasi Radiasi
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa isu pencemaran radiasi tidak sepenuhnya bersumber dari dalam negeri.
Pemerintah Indonesia menemukan 14 kontainer scrap asal Filipina yang terdeteksi mengandung paparan radiasi cesium-137 (CS-137). Temuan ini memperkuat dugaan bahwa isu pencemaran radiasi tidak sepenuhnya bersumber dari dalam negeri.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, Indonesia justru menjadi korban dalam kasus ini.
“Kita ini sebetulnya korban. Karena di saat bersamaan, pemerintah menemukan ada 14 kontainer scrap dari Filipina yang terdeteksi paparan CS-137,” kata Zulhas dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Jakarta, Jumat (11/9).
Segera Direekspor
Kontainer berisi serbuk logam (scrap metal powder) itu diketahui tidak memiliki izin impor resmi dari Kementerian Perdagangan.
Pemerintah memastikan seluruh kontainer tersebut akan segera direekspor ke negara asal untuk mencegah meluasnya risiko paparan radiasi.
“Segera akan dikirim kembali. Kita juga akan memperketat regulasi, terutama untuk barang-barang scrap yang berpotensi mengandung limbah,” tegas Zulhas.
Satgas Khusus Penanganan CS-137
Selain kasus scrap, pemerintah juga merespons serius dugaan pencemaran CS-137 pada udang beku ekspor asal Cikande, Banten, yang dilaporkan Amerika Serikat.
Zulhas menyampaikan, rapat koordinasi tingkat menteri sudah digelar dua kali dan memutuskan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus yang melibatkan berbagai instansi terkait.
“Pemerintah menaruh perhatian penuh pada isu ini. Satgas akan bekerja melakukan investigasi menyeluruh,” jelasnya.
Zulhas menekankan, industri udang adalah aset strategis nasional yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja serta menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar. Karena itu, pemerintah berkomitmen melindungi nelayan, pekerja, dan pelaku usaha dari dampak isu radiasi ini.
“Industri udang adalah kebanggaan nasional. Pemerintah sangat berkomitmen melindungi nelayan, pekerja, dan pelaku usaha di sektor ini,” pungkasnya.