Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tidak akan Naik hingga Juni 2026
Kementerian ESDM meminta masyarakat untuk tidak khawatir, karena tarif listrik pada kuartal II tahun 2026 akan tetap sama.
Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah memutuskan bahwa tarif tenaga listrik untuk kuartal II (April-Juni) 2026 tidak akan mengalami peningkatan. Kebijakan ini bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat, terutama menjelang perayaan Lebaran 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan tarif listrik diambil dengan mempertimbangkan ketentuan yang ada serta kondisi ekonomi masyarakat.
"Masyarakat tidak perlu cemas, karena pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II tahun 2026 tetap," ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa (17/3/2026).
Tri juga menambahkan bahwa penetapan tarif ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri, setelah mempertimbangkan berbagai parameter ekonomi makro.
"Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara efisien dan bijak sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional," pinta Tri.
Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 mengenai Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero), evaluasi penyesuaian tarif dilakukan setiap tiga bulan untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi, berdasarkan perubahan realisasi parameter ekonomi makro.
Parameter yang digunakan untuk penetapan tarif kuartal II 2026 mencakup realisasi dari November 2025 hingga Januari 2026, dengan kurs sebesar Rp 16.743,46 per USD, ICP sebesar USD 62,78 per barel, inflasi sebesar 0,22 persen, serta HBA sebesar USD 70 per ton sesuai kebijakan DMO batubara. Berdasarkan perhitungan tersebut, tarif tenaga listrik sebenarnya berpotensi untuk berubah.
"Namun untuk menjaga daya saing industri, daya beli masyarakat, serta stabilitas ekonomi nasional di tengah kondisi global, pemerintah memutuskan tarif listrik tidak berubah. Begitu pula untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi juga tidak mengalami perubahan," imbuh Tri.
Diskon Tarif Listrik untuk Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sedang mempertimbangkan untuk memberikan diskon tarif listrik kepada daerah-daerah yang terkena dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut Bahlil, langkah pemberian diskon tarif listrik ini merupakan respons terhadap surat permohonan yang diajukan oleh sejumlah kepala daerah di wilayah yang terdampak bencana tersebut.
"Prinsipnya, Kementerian ESDM akan memberikan diskon. Namun, kita lagi exercise berapa bulan dan biayanya berapa," ungkap Bahlil saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, pada hari Kamis (8/1/2026).
"Jadi kita lagi menghitung. Tapi saya pastikan, saya akan laporkan kepada Bapak Presiden. Karena pasti Bapak Presiden juga sudah memberitahu kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita."
Bahlil juga menyatakan bahwa penyaluran listrik di kawasan yang terdampak bencana di Sumatera telah menunjukkan perbaikan. Meskipun demikian, masih ada beberapa kendala dalam distribusi listrik yang disebabkan oleh infrastruktur yang belum memadai.
"Kemarin kita kirim 1.000 genset kepada keluarga kita di sana, saudara-saudara kita di sana. Kenapa? Karena masih ada infrastruktur darat, tegangan rendah yang belum selesai. Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan," jelasnya.
Diskon 50% untuk Penambahan Daya Listrik
PT PLN (Persero) kembali menawarkan diskon sebesar 50% untuk penambahan daya listrik bagi pelanggan yang melakukan transaksi melalui aplikasi PLN Mobile. Program yang diberi nama Tahun Baru Energi Baru ini akan berlangsung dari tanggal 7 hingga 20 Januari 2026.
Diskon ini ditujukan untuk pelanggan dengan tegangan rendah satu fasa di semua golongan tarif, yang memiliki daya awal 450 Volt Ampere (VA) hingga 5.500 VA dan ingin meningkatkan daya hingga 7.700 VA.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengungkapkan bahwa program ini memberikan peluang bagi pelanggan untuk memaksimalkan penggunaan energi listrik dengan menambah daya secara ekonomis.
"Program ini hadir sebagai wujud apresiasi kepada pelanggan setia PLN dengan memberikan kemudahan sekaligus manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik secara andal dan efisien," ujar Adi.
Hanya Berlaku untuk Pelanggan Tertentu
Adi menjelaskan bahwa promo ini hanya dapat dinikmati oleh pelanggan yang sudah terdaftar sebelum tanggal 1 Januari 2026 serta telah menyelesaikan seluruh pembayaran tagihan listrik dan kewajiban lainnya.
"Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan promo diskon ini sebaik mungkin guna mendukung aktivitas dan produktivitas sehari-hari," tambah Adi.