Pembangunan Gazebo Pantai Bengkulu: Pemkot Alokasikan Rp1 Miliar untuk 100 Unit Fasilitas Wisata
Pemerintah Kota Bengkulu mengalokasikan Rp1 miliar dari APBD untuk pembangunan 100 unit gazebo di kawasan pantai, sebagai upaya meningkatkan kenyamanan wisatawan dan membersihkan citra dari pungutan liar.
Pemerintah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan 100 unit gazebo. Fasilitas ini akan tersebar di sepanjang kawasan pantai mulai dari Pantai Pasir Putih hingga Pantai Jakat. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk meningkatkan fasilitas pendukung bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi pesisir di Kota Bengkulu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, menyatakan bahwa pembangunan ini diharapkan dapat dimanfaatkan pengunjung. Selain itu, fasilitas ini juga menjadi solusi untuk mencegah kejadian-kejadian yang sempat terjadi beberapa bulan terakhir. Pembangunan gazebo ini juga bertujuan mempercantik wajah pantai agar lebih rapi dan menarik.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa pembangunan gazebo ini merupakan langkah tegas pemerintah kota membersihkan citra kawasan wisata dari praktik pungutan liar. Ia berharap Pantai Panjang dapat kembali menjadi primadona pariwisata nasional yang membanggakan. Proses pembangunan gazebo saat ini telah memasuki tahap lelang.
Investasi Rp1 Miliar untuk Kenyamanan Wisatawan
Pemerintah Kota Bengkulu mengucurkan dana sebesar Rp1 miliar dari APBD untuk proyek pembangunan gazebo ini. Dana tersebut dialokasikan untuk mendirikan 100 unit gazebo yang tersebar di sepanjang garis pantai. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan ruang istirahat yang layak bagi para pengunjung saat menikmati keindahan pesisir Kota Bengkulu.
Noprisman, Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, menjelaskan bahwa proyek ini sedang dalam tahap lelang. Selain dari anggaran pemerintah kota, pembangunan ini juga mendapatkan dukungan dari pihak swasta, termasuk sumbangan 10 unit gazebo dari Real Estate Indonesia (REI) dan 10 unit lainnya dari swasta. Kontribusi ini menunjukkan kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan sektor pariwisata daerah.
Kehadiran gazebo gratis ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman wisatawan. Peningkatan fasilitas ini juga bertujuan untuk mempercantik tampilan pantai, menjadikannya lebih rapi dan menarik. Dengan demikian, kawasan wisata pantai dapat menjadi destinasi yang semakin diminati oleh pengunjung domestik maupun mancanegara.
Berantas Pungli, Pulihkan Citra Pariwisata Bengkulu
Salah satu tujuan utama pembangunan gazebo ini adalah untuk mengatasi masalah pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi di kawasan pantai. Praktik sewa pondok dengan harga tidak wajar oleh oknum pedagang telah merusak citra pariwisata Bengkulu. Pemkot Bengkulu bertekad untuk mengakhiri praktik tersebut secara tuntas.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa penataan menyeluruh kawasan pantai sedang dilakukan untuk memastikan kenyamanan wisatawan menyongsong tahun 2026. Ia menyatakan tidak akan mentolerir oknum yang merusak citra pariwisata Bengkulu. Sanksi terberat berupa pengusiran dari area berjualan akan diterapkan bagi pelanggar.
Langkah tegas ini mencakup kawasan Pantai Pasir Putih, Pantai Panjang, Pantai Berkas, Pantai Malabero, dan Pantai Jakat. Dengan adanya fasilitas gazebo gratis yang dikelola langsung oleh pemerintah, wisatawan tidak perlu khawatir lagi dengan biaya sewa pondok yang tidak transparan. Ini merupakan upaya serius untuk membersihkan nama baik destinasi wisata dan menumbuhkan perekonomian daerah.
Standardisasi Fasilitas dan Kolaborasi Masyarakat
Sebagai bagian dari persiapan dan standardisasi, pada akhir tahun 2025, Pemkot Bengkulu telah membangun lima gazebo percontohan. Gazebo-gazebo ini telah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yang ditetapkan untuk pengunjung. Pengelolaan gazebo percontohan ini nantinya akan langsung ditangani oleh Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata (Dispar).
Dedy Wahyudi optimistis bahwa dengan standardisasi fasilitas dan pengelolaan yang tegas, Pantai Panjang akan kembali menjadi primadona pariwisata nasional. Ia mengajak seluruh masyarakat di Kota Bengkulu, khususnya para pedagang di kawasan pantai, untuk berkolaborasi. Kolaborasi ini penting untuk membantu membangun citra wisata yang baik.
Pemerintah membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat untuk menciptakan lingkungan wisata yang kondusif. Dengan citra yang baik, sektor pariwisata diharapkan dapat tumbuh pesat dan menumbuhkan perekonomian daerah melalui sektor wisata. Keberhasilan ini akan menjadi kebanggaan bagi seluruh warga Bumi Merah Putih.
Sumber: AntaraNews