PELNI Logistics Target Pendapatan Rp568 Miliar pada 2026, Perkuat Konektivitas Maritim Nasional
PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics) membidik pendapatan usaha fantastis Rp568,44 miliar di tahun 2026. Target ambisius ini sejalan dengan upaya PELNI Logistics memperkuat peran vitalnya dalam konektivitas logistik maritim nasional dan pemerata
PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics), anak usaha PT PELNI (Persero), menetapkan target pendapatan usaha sebesar Rp568,44 miliar untuk tahun 2026. Ambisi ini diumumkan dalam agenda "PELNI Logistics Ngobrol Bareng Media" di Jakarta, Rabu, oleh Direktur Utama PELNI Logistics, Sukendra.
Target pendapatan yang signifikan ini didukung oleh proyeksi laba bersih usaha sebesar Rp44,72 miliar, setelah memperhitungkan beban usaha Rp411,85 miliar dan overhead Rp111,86 miliar. Setelah pajak pendapatan Rp12,74 miliar, laba konsolidasi yang diharapkan mencapai Rp34,64 miliar.
Pencapaian target ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama konektivitas logistik maritim nasional. Fokus utama adalah mendukung distribusi barang antarpulau dan mendorong pemerataan ekonomi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) Indonesia.
Strategi Peningkatan Kinerja Bongkar Muat Peti Kemas
Untuk mencapai target pendapatan usaha tersebut, PELNI Logistics berencana mengakselerasi kinerja bongkar muat peti kemas hingga mencapai 56.482 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) sepanjang tahun 2026. Peningkatan volume ini menjadi kunci dalam strategi pertumbuhan perusahaan.
Target bongkar muat 56.482 TEUs ditopang oleh penguatan bisnis captive dan non-captive. Bisnis captive yang mencakup kapal penumpang diproyeksikan mencapai 20.462 TEUs, sementara kapal tol laut diharapkan menyumbang 30.852 TEUs. Bisnis non-captive juga ditargetkan berkontribusi sebesar 5.168 TEUs.
Penguatan ini sejalan dengan visi PELNI Logistics untuk memperkuat perannya dalam rantai pasok maritim. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih efektif dalam mendukung kelancaran arus barang dan logistik di seluruh kepulauan Indonesia.
Diversifikasi Portofolio Bisnis Logistik
Selain fokus pada peti kemas, PELNI Logistics juga mengejar pertumbuhan signifikan pada layanan general kargo, angkutan kendaraan, dan ternak. Diversifikasi portofolio bisnis ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi pasar logistik yang lebih luas.
Perusahaan membidik volume general kargo mencapai lebih dari 427 ribu ton/meter kubik. Volume ini akan berasal dari layanan bongkar muat kapal tol laut, kapal penumpang, serta pengelolaan kargo non-captive.
Di segmen angkutan kendaraan, PELNI Logistics menargetkan pengelolaan mencapai 14.464 unit. Target ini didorong oleh peningkatan mobilitas logistik dan distribusi kendaraan antar pulau yang terus berkembang.
Untuk mendukung ketahanan pangan nasional, segmen angkutan ternak ditargetkan mencapai 13.207 ternak sepanjang 2026. Pengangkutan ini akan berfokus pada komoditas strategis, terutama dari wilayah timur Indonesia, guna memastikan konektivitas logistik yang efisien.
Penguatan Kapasitas Infrastruktur Depo Peti Kemas
Terkait sisi infrastruktur, PELNI Logistics berkomitmen untuk memperkuat kapasitas depo peti kemas sebagai tulang punggung operasionalnya. Langkah ini krusial untuk mendukung peningkatan volume bongkar muat dan efisiensi logistik secara keseluruhan.
Pada tahun ini, PELNI Logistics menargetkan dapat mengoperasikan depo container di beberapa lokasi strategis, yaitu Jakarta, Surabaya (Jawa Timur), dan Bitung (Sulawesi Utara). Depo-depo ini dirancang untuk menampung kapasitas lebih dari 17 ribu TEUs.
Optimalisasi depo akan dilakukan melalui peningkatan standar layanan, digitalisasi pengelolaan, serta penambahan dan peremajaan armada container. Direktur Utama PELNI Logistics, Sukendra, menjelaskan, "Yang kami lakukan adalah menaikkan dan menurunkan barang, serta men-delivery baik pick up maupun antar."
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Dengan infrastruktur yang kuat dan modern, PELNI Logistics siap menghadapi tantangan dan peluang di sektor logistik maritim.
Sumber: AntaraNews