Miskin Sumber Daya Alam, Ini Rahasia Singapura Jadi Negara Paling Maju di Abad 20
Lee Kuan Yew memainkan peran besar dalam mengarahkan perekonomian Singapura.
Singapura dikenal sebagai salah satu kisah pembangunan paling sukses di abad ke-20, meskipun tidak memiliki sumber daya alam seperti negara tetangganya di Asia Tenggara.
Negara kecil ini berhasil menjelma menjadi salah satu pusat keuangan dan perdagangan dunia, serta menjadi hub ekspor-impor utama di kawasan ASEAN. Perjalanan menuju kemajuan dimulai pada tahun 1965, ketika Singapura resmi merdeka setelah berpisah dari Malaysia. Sejak itu, negara bekas koloni Inggris ini perlahan berkembang menjadi pusat manufaktur dan keuangan global.
Menurut ekonom Universitas Michigan, Amerika Serikat, Linda Lim, keberhasilan Singapura tidak terlepas dari peran Perdana Menteri pertama Lee Kuan Yew, yang menjabat dari 1959 hingga 1990. Menyadari keterbatasan sumber daya alam, Lee mendorong pembangunan berbasis perdagangan, investasi asing, dan stabilitas politik.
Lee menerapkan kebijakan pro-pasar yang menarik perhatian dunia. Singapura menawarkan pajak rendah, pembatasan modal yang minim, serta kebijakan imigrasi yang terbuka. Dalam waktu kurang dari dua dekade, negara ini berkembang menjadi salah satu tempat paling kosmopolitan di dunia.
“Saya rasa tidak ada ekonomi lain yang bisa menyaingi pencapaian Singapura dalam 20 tahun pertama sejak merdeka — pertumbuhan pesat, lapangan kerja penuh, serta indikator sosial yang sangat baik seperti harapan hidup, pendidikan, dan perumahan,” ujar Linda Lim seperti dikutip dari npr.org, Rabu (14/5).
Lee Kuan Yew memainkan peran besar dalam mengarahkan perekonomian, serupa dengan pendekatan Deng Xiaoping di Tiongkok. Ia mendorong sektor keuangan domestik dan internasional untuk mendukung pertumbuhan industri strategis seperti perkapalan, elektronik, dan perbankan.
Pemerintah juga menyediakan layanan sosial seperti perumahan dan kesehatan dengan pendekatan yang efisien. Kebijakan ekonomi dan politik dipisahkan secara tegas demi menciptakan kepastian hukum dan iklim investasi yang stabil.
Hingga kini, Singapura tetap menjadi tolok ukur pembangunan ekonomi di Asia Tenggara. Lee Kuan Yew dikenang sebagai tokoh visioner yang mengubah Singapura menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Ia bahkan dijuluki sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di abad ke-20 dan menjadi panutan bagi banyak pemerintahan di Asia.