Menhub Dudy Pastikan Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 di Bandara Soetta Berjalan Lancar
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan program diskon tiket pesawat Lebaran 2026 hingga 20% di Bandara Soetta berjalan, meringankan biaya mudik masyarakat.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan penerapan stimulus pemerintah terkait diskon tiket penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, dapat berjalan optimal selama masa angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini merupakan upaya strategis untuk meringankan beban jutaan masyarakat yang ingin pulang kampung menggunakan maskapai penerbangan. Pemerintah berkomitmen menjaga keterjangkauan harga tiket bagi para pemudik.
Peninjauan langsung dilakukan Menhub Dudy di Bandara Soekarno-Hatta pada 17 Maret, di mana ia berinteraksi dengan penumpang untuk memahami sejauh mana kebijakan Presiden Prabowo terkait stimulus tarif tiket telah dirasakan. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat dapat menikmati potongan harga sekitar 17 hingga 18 persen, bahkan ada yang sampai 20 persen. "Kami melihat pelaksanaan arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta sekaligus bertanya ke beberapa penumpang kira-kira kebijakan Presiden Prabowo terkait stimulus pada tarif tiket sampai sejauh mana bisa dirasakan masyarakat," kata Menhub Dudy di Tangerang.
Stimulus yang dihadirkan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menjadikan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi menerima diskon signifikan. Potongan harga ini terwujud karena pemerintah menanggung pajak pembelian, penggunaan avtur, dan suit charger. Selain itu, Menhub juga memuji Terminal 1C Bandara Soetta yang telah direvitalisasi, menampilkan wajah baru dengan sentuhan budaya Indonesia yang modern dan anggun.
Implementasi Diskon Tiket Pesawat Lebaran untuk Pemudik
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa stimulus pemerintah telah berhasil diterapkan, memberikan potongan harga signifikan pada tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Kebijakan ini merupakan upaya nyata untuk memastikan Diskon Tiket Pesawat Lebaran dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Potongan harga ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk mudik.
Pemerintah menanggung berbagai komponen biaya seperti pajak pembelian dan penggunaan avtur, yang secara kolektif menghasilkan diskon sekitar 17 hingga 18 persen. Menhub bahkan menemukan bahwa beberapa penumpang menikmati diskon hingga 20 persen, melebihi perkiraan awal. "Jika disesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang menanggung pajak pembelian, penggunaan avtur, ada suit charger dan lainnya perkiraan masyarakat bisa menikmati potongan harga sekitar 17 hingga 18 persen," ungkapnya. "Namun dalam pelaksanaannya yang saya lihat masyarakat bisa menikmati ada yang sampai 20 persen, Alhamdulillah berarti bisa lebih besar diskonnya," paparnya.
Tujuan utama stimulus ini adalah meringankan beban finansial jutaan masyarakat yang akan melakukan perjalanan pulang kampung. Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas permintaan dan kapasitas penerbangan selama periode sibuk Lebaran 2026. Ini adalah langkah proaktif dalam manajemen arus mudik.
Kesiapan Bandara Soetta Sambut Arus Mudik Lebaran 2026
Selain memastikan Diskon Tiket Pesawat Lebaran, Menhub Dudy juga mengapresiasi wajah baru Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta pasca-revitalisasi yang dibuka kembali awal November 2025. Terminal ini menampilkan ornamen khas tanah air dengan sentuhan modern, mencerminkan keanggunan budaya Indonesia. "Pelayanannya sudah bagus, persiapan sarana dan fasilitas yang diberikan juga sudah cukup memberi kenyamanan bagi penumpang," kata Dudy.
General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menjelaskan bahwa pergerakan penumpang pada periode Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan tren peningkatan signifikan. Seluruh unsur operasional bandara telah disiagakan untuk memastikan kelancaran pelayanan di berbagai titik lokasi. "Kami melihat pergerakan penumpang masih akan terus meningkat sampai nanti puncak arus mudik tanggal 18 Maret 2026," ucapnya.
Pihak bandara telah melakukan penguatan koordinasi lintas instansi serta respons adaptif terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk dinamika cuaca. Heru Karyadi mengimbau pengguna jasa untuk selalu memantau informasi penerbangan dari maskapai dan menyiapkan waktu perjalanan yang lebih fleksibel. "Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu memperhatikan informasi penerbangan dari maskapai, mengantisipasi potensi perubahan jadwal akibat cuaca ekstrem, serta menyiapkan waktu perjalanan yang lebih fleksibel," kata dia.
Sumber: AntaraNews