Warga Keluhkan Mahalnya Tiket Pesawat untuk Mudik Lebaran, Menhub Beri Jawaban Begini

Selain diskon tiket kelas ekonomi, Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi dengan maskapai untuk menyediakan extra flight.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Warga Keluhkan Mahalnya Tiket Pesawat untuk Mudik Lebaran, Menhub Beri Jawaban Begini
Warga Keluhkan Mahalnya Tiket Pesawat untuk Mudik Lebaran, Menhub Beri Jawaban Begini (Merdeka.com)

Mahalnya harga tiket pesawat saat arus mudik Lebaran atau Idulfitri 1447 H dikeluhkan banyak calon pemudik. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyebut, pemerintah sudah memberikan stimulus dalam bentuk diskon tiket ekonomi sebesar 18 persen. 

"Kalau harga, dari pemerintah kan sudah memberikan stimulus berkaitan dengan diskon terhadap tiket kelas ekonomi kurang lebih sampai dengan 18 persen," ujarnya usai Rakor Persiapan Arus Mudik di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (27/2). 

Selain diskon tiket kelas ekonomi, Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi dengan maskapai untuk menyediakan extra flight saat momen arus mudik Idulfitri 2026. Dudy menyebut, saat ini sedang mendata daerah mana saja yang membutuhkan extra flight. 

"Apabila dipandang membutuhkan tambahan extra flight, kami akan mendata wilayah-wilayah mana saja yang membutuhkan penambahan," kata Dudy 

Warga Keluhkan Mahalnya Tiket Pesawat untuk Mudik Lebaran, Menhub Beri Jawaban Begini
Warga Keluhkan Mahalnya Tiket Pesawat untuk Mudik Lebaran, Menhub Beri Jawaban Begini istimewa

Dudy memperkirakan ada 143.915.053 orang akan melakukan mudik tahun 2026. Berdasarkan data Kemenhub, diperkirakan akan ada 4,98 juta masyarakat akan mudik menggunakan pesawat. 

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan insentif ekonomi yang berupa pemberian stimulus tarif transportasi senilai Rp911,16 miliar untuk periode Lebaran tahun 2026. Alokasi dana ini bertujuan untuk menurunkan tarif angkutan selama musim mudik Lebaran, yang mencakup diskon untuk kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa dana sebesar Rp 911 miliar tersebut bersumber dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta non-APBN.

"Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp911,16 miliar berasal dari APBN maupun non APBN," ujarnya di Stasiun Gambir, Jakarta, pada Selasa (10/2).

Untuk diskon tarif kereta api, PT KAI (Persero) akan memberikan potongan harga selama 15 hari, mulai dari tanggal 14 hingga 29 Maret 2026, dengan diskon mencapai 30 persen dari harga normal tiket.

"Sekali lagi, 30 persen dari harga tiket, targetnya 1,2 juta penumpang," tambah Airlangga.

Di sisi lain, untuk angkutan kapal, dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga akan menerapkan diskon tarif. PT Pelni (Persero) akan memberikan diskon untuk angkutan laut, sedangkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan memberikan potongan harga untuk angkutan penyeberangan.

Rekomendasi