Mengapa 28 September Penting? BPH Migas Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Pahlawan Pertambangan
BPH Migas mengajak generasi muda meneladani semangat pahlawan pertambangan dalam peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-80, menekankan peran vital mereka untuk energi berdaulat.
BPH Migas menyerukan kepada generasi muda Indonesia untuk meneladani semangat pahlawan pertambangan dalam rangka peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-80. Seruan ini secara tegas bertujuan untuk memupuk kesadaran akan pentingnya peran pemuda dalam menjaga kedaulatan energi nasional di masa depan. Peran aktif mereka sangat krusial dalam menghadapi berbagai tantangan sektor energi.
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, secara khusus menekankan urgensi meneladani para pendahulu dalam membangun sektor energi yang berdaulat dan berkelanjutan. Peringatan ini berakar dari peristiwa heroik 28 September 1945, ketika sekelompok pemuda berani mengambil alih kantor Chisitsu Chosasho dari pihak Jepang di Bandung. Peristiwa tersebut kemudian menjadi cikal bakal Jawatan Tambang dan Geologi Indonesia.
Momentum bersejarah ini diperingati dengan serangkaian upacara tabur bunga di beberapa lokasi makam tokoh bangsa yang berjasa besar dalam sektor energi. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan jajaran BPH Migas, sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas pengabdian luar biasa mereka. Upacara ini juga menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan.
Pentingnya Kedaulatan Energi dan Peran Generasi Muda
Erika Retnowati menyoroti beberapa fokus utama sektor energi saat ini, meliputi peningkatan lifting migas dan percepatan program hilirisasi sumber daya alam. Selain itu, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt juga menjadi prioritas utama pemerintah. Seluruh upaya strategis ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kedaulatan energi.
Generasi muda diharapkan dapat mengambil peran aktif dan strategis dalam menghadapi tantangan energi masa depan yang semakin kompleks. Mereka perlu memiliki visi yang kuat untuk menjaga keberlanjutan energi nasional demi kemajuan bangsa. Semangat pahlawan pertambangan yang gigih dan pantang menyerah menjadi inspirasi utama dalam mewujudkan tujuan mulia ini.
Pemerataan akses listrik, khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), juga menjadi agenda penting yang terus digalakkan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap warga negara memiliki akses energi yang adil dan merata. Keterlibatan dan inovasi dari pemuda sangat dibutuhkan untuk mencapai pemerataan energi ini secara efektif.
Erika juga menegaskan bahwa seluruh upaya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terinspirasi dari semangat juang para pahlawan. "Seluruh upaya ini terinspirasi dari semangat para pahlawan yang telah berjuang untuk menjadikan Indonesia mandiri dan berdaulat di bidang energi," ujarnya, mengutip langsung pernyataan tersebut. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh sejarah dalam kebijakan energi saat ini.
Mengenang Jasa Tokoh Pertambangan dalam Sejarah Bangsa
Peringatan Hari Jadi ke-80 Pertambangan dan Energi merupakan momentum krusial untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa para tokoh. Peristiwa heroik 28 September 1945, saat pemuda mengambil alih kantor Chisitsu Chosasho, bukan hanya sejarah, tetapi juga fondasi Jawatan Tambang dan Geologi. Pengorbanan mereka adalah teladan abadi bagi seluruh bangsa Indonesia.
Sebagai bentuk penghormatan, serangkaian upacara tabur bunga dilaksanakan di beberapa taman makam pahlawan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memimpin upacara di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta. Sementara itu, Kepala BPH Migas Erika Retnowati memimpin kegiatan serupa di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta.
Di TPU Karet Bivak, penghormatan khusus diberikan kepada almarhum Chaerul Saleh, salah satu tokoh penting dalam sejarah pertambangan Indonesia. Mewakili keluarga, Artauli RMP Tobing menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian yang diberikan Kementerian ESDM. Ia berharap sektor ESDM terus berkembang pesat demi kepentingan bangsa dan negara.
Tokoh-tokoh besar lainnya seperti Ibnu Sutowo, R.M. Soemantri Brodjonegoro, Mohammad Sadli, Subroto, dan Kuntoro Mangkusubroto juga dikenang di TMPNU Kalibata. Anggota Komite BPH Migas turut hadir dalam upacara ini. Di TPU Sasanalaya Yogyakarta, penghormatan diberikan kepada pahlawan Arie Frederik Lasut oleh Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman. Upacara ini menegaskan kembali pentingnya semangat pahlawan pertambangan sebagai warisan berharga.
Sumber: AntaraNews