Mendag sebut Perdagangan Indonesia Terpengaruh Perang Iran-Israel dan AS
Meningkatnya eskalasi di Timur Tengah berpengaruh pada perdagangan Indonesia.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut perang Iran-Israel dan Amerika Serikat mempengaruhi ekspor-impor Indonesia.
Sebelumnya, eskalasi perang di timur tengah meningkat usai Iran membalas serangan Israel dan AS hingga menutup Selat Hormuz.
Budi mengatakan saat ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang melihat pasar ekspor Indonesia di tengah memanasnya eskalasi di Timur Tengah.
Budi mengakui meningkatnya eskalasi di Timur Tengah berpengaruh pada perdagangan Indonesia.
"Kita berharap sih segera selesai ya. Kita sekarang, pasti nanti kita lihat pasar-pasar ekspor terlebih dahulu yang terdampak. Perang itu akan sedikit berpengaruh ya, tapi akan kita terus monitor terus," ujarnya kepada wartawan saat meninjau harga pangan di Supermarket Baji Pamai Makassar, Rabu (4/3).
Pemerintah Perkuat Ekonomi Lokal
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kata Budi, pemerintah mencoba untuk memperkuat ekonomi lokal. Salah satu cara memperkuat ekonomi lokal yakni dengan menaikkan belanja domestik.
"Pertumbuhan ekonomi kita itu lebih banyak dilakukan dengan belanja domestik ya. Jadi kita harus tingkatkan daya beli masyarakat, kita tingkatkan ekosistem ekonomi kita di dalam negeri. Jadi semua berjalan seperti biasa," kata dia.
Sementara terkait impor minyak dan gas (migas) Indonesia, Budi mengaku belum ada perubahan. Budi menyebut masih melihat kondisi eskalasi di timur tengah.
"Ya, nanti kita lihat," ucapnya.