Masjid Raya Baitul Khairat Palu Jadi Sorotan KPK, Contoh Proyek Multiyears Sukses
Masjid Raya Baitul Khairat Palu, sebuah proyek multiyears yang direkomendasikan KPK, menjadi model keberhasilan pengelolaan infrastruktur di Sulawesi Tengah dan menarik perhatian Pemprov Sulsel.
Masjid Raya Baitul Khairat Palu di Sulawesi Tengah kini menjadi sorotan nasional. Proyek pembangunan masjid megah ini direkomendasikan langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keberhasilannya menjadi contoh praktik terbaik dalam pengelolaan proyek multiyears.
Rekomendasi ini muncul setelah KPK menyoroti skema kontrak tahun jamak yang diterapkan di Sulawesi Tengah. Skema tersebut terbukti efektif dalam menuntaskan sejumlah proyek strategis. Salah satunya adalah pembangunan kembali Masjid Raya Baitul Khairat Palu.
Tim benchmarking dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bahkan datang langsung ke Palu pada Kamis (28/11). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari model pelaksanaan proyek multiyears. Mereka ingin mengadopsi keberhasilan Sulteng dalam mengelola infrastruktur.
Masjid Raya Baitul Khairat Palu: Model Transparansi Pembangunan Infrastruktur
Inspektur Inspektorat Sulawesi Selatan, Marwan Mansyur, menjelaskan tujuan kunjungan mereka. Ia menyatakan, "Kami mendapat arahan dari KPK agar mempelajari pelaksanaan proyek multiyears di Sulawesi Tengah sebagai referensi." Ini menunjukkan pengakuan atas keberhasilan Sulteng.
Kunjungan tim benchmarking Pemprov Sulsel ini merupakan bentuk pembelajaran. Mereka ingin memahami bagaimana Sulteng berhasil mengelola pembangunan infrastruktur. Skema kontrak tahun jamak menjadi fokus utama studi ini.
Pemprov Sulsel sendiri sedang mempersiapkan paket pekerjaan tahun jamak. Anggarannya mencapai Rp3,7 triliun untuk pembangunan jalan, irigasi, dan rumah sakit regional. Mereka berharap dapat menerapkan praktik terbaik dari Sulawesi Tengah.
Koordinasi antarprovinsi diharapkan terus berlanjut. Tujuannya adalah berbagi pengalaman dan praktik terbaik. Ini mencakup perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan proyek.
Perjalanan Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat Palu Pasca Gempa
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulteng, Fahrudin, menekankan pentingnya pertukaran informasi. Hal ini krusial untuk memastikan pelaksanaan proyek tahun jamak berjalan transparan dan akuntabel. Masjid Raya Baitul Khairat Palu adalah bukti nyata.
Sulawesi Tengah direkomendasikan KPK sebagai lokus studi karena sukses menuntaskan proyek strategis. Masjid Raya Baitul Khairat Palu yang dulunya dikenal sebagai Masjid Agung Darussalam, hancur diguncang gempa magnitudo 7,7 pada September 2018.
Proyek pembangunan masjid ini melalui proses yang panjang dan terstruktur. Dimulai dari sayembara desain pada tahun 2020, dilanjutkan penyusunan DED pada 2021. Pelaksanaan konstruksi berlangsung dari tahun 2023 hingga 2025.
Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat Palu melibatkan berbagai pihak penting. Kejaksaan Tinggi Sulteng, Polda Sulteng, serta akademisi Universitas Tadulako turut serta. Masjid ini kini mampu menampung sekitar 10.000 jamaah.
Peresmian dan Kapasitas Masjid Raya Baitul Khairat Palu
Kapasitas Masjid Raya Baitul Khairat Palu sangat besar. Masjid ini dirancang untuk menampung 8.000 jamaah laki-laki. Selain itu, tersedia pula ruang khusus untuk 2.000 jamaah perempuan.
Sholat Jumat perdana di Masjid Raya Baitul Khairat Palu direncanakan pada 28 November 2025. Ini akan menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Palu. Peresmian resminya akan disusul dengan tabligh akbar.
Peresmian masjid raya secara keseluruhan dijadwalkan pada 4 Desember 2025. Acara ini diharapkan akan dihadiri oleh banyak tokoh penting. Ini menandai selesainya salah satu proyek multiyears paling signifikan di Sulteng.
Sumber: AntaraNews