Laba Antam Meroket 1.000 Persen, Tembus Rp2,3 Triliun di Kuartal Pertama 2025
Pertumbuhan profitabilitas Antam juga tercermin pada capaian laba kotor sebesar Rp3,64 triliun, meningkat 1.350 persen.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan positif sepanjang triwulan pertama tahun 2025. Perusahaan mencatatkan pertumbuhan profitabilitas dengan capaian laba periode berjalan mencapai sebesar Rp2,32 triliun, melonjak signifikan 1.003 persen dari capaian laba periode berjalan pada kuartal pertama 2024 yang hanya sebesar Rp210,59 miliar.
Selaras dengan pertumbuhan laba periode berjalan, Antam mencatatkan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) yang meningkat 518 persen, dengan capaian EBITDA awal 2025 ini sebesar Rp3,26 triliun, dibandingkan EBITDA awal 2024 sebesar Rp527,61 miliar.
Direktur Utama Antam, Nicolas D. Kanter menyampaikan, capaian positif ini merupakan hasil dari respons cepat perusahaan terhadap tantangan pasar serta penguatan efisiensi operasional secara berkelanjutan.
"Kami terus mengedepankan strategi pemasaran yang inovatif, pengendalian biaya yang cermat, serta menjaga struktur biaya (cash cost) agar tetap kompetitif," ujar Nico dikutip di Jakarta, Jumat (2/5).
Pertumbuhan profitabilitas Antam juga tercermin pada capaian laba kotor sebesar Rp3,64 triliun, meningkat 1.350 persen dari laba kotor periode sama tahun lalu sebesar Rp250,75 miliar. Sementara itu, capaian laba usaha perusahaan pada kuartal pertama 2025 juga berbalik positif menjadi Rp2,69 triliun, meningkat signifikan 648 perssen dari rugi usaha kuartal pertama 2024 sebesar Rp491,19 miliar.
Perusahaan juga membukukan capaian nilai laba bersih per saham dasar Antam pada 1Q25 tercatat sebesar Rp88,69 per saham dasar, naik 794 persen dari laba bersih per saham dasar 1Q24 sebesar Rp9,92 per saham dasar.
Posisi Keuangan Lainnya
Pada posisi keuangan perusahaan, Antam membukukan kenaikan aset sebesar 17 persen dari Rp41,21 triliun di kuartal pertama 2024 menjadi Rp48,30 triliun di awal 2025.
Selain itu, nilai ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp34,62 triliun, tumbuh 10 persen dari nilai ekuitas pada tahun lalu yang hanya sebesar Rp31,43 triliun. Dengan struktur keuangan yang solid, Antam tidak hanya siap menangkap peluang pasar, tetapi juga memiliki fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan bisnis di tahun 2025.
Dalam menjalankan kegiatan operasional, Antam terus menjalankan prinsip operation excellence berbasis good mining practice guna memastikan operasional yang optimal.
"Dengan menjaga kesinambungan produksi dan penjualan, Antam mampu mencatatkan kinerja operasional yang solid di awal 2025," ujar Nico.
Penjualan Bersih Antam
Penjualan bersih Antam pada kuartal pertama 2025 sebesar Rp26,15 triliun, meningkat 203 persen dibandingkan penjualan bersih tahun lalu sebesar Rp8,62 triliun. Penjualan domestik awal 2025 berkontribusi sebesar Rp24,83 triliun atau setara 95 persen dari total penjualan bersih Antam.
Petumbuhan penjualan domestik, sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat basis pelanggan di dalam negeri pada produk-produk emas, bijih nikel dan bijih bauksit.
Segmen emas menjadi penopang utama kinerja Antam, dengan capaian pertumbuhan penjualan yang signifikan sebesar 182 persen dengan nilai Rp21,61 triliun jika dibandingkan dengan penjualan emas tahun lalu senilai Rp7,67 triliun. Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan Antam dengan proporsi 83 persen terhadap total penjualan.
Pertumbuhan penjualan emas didorong oleh faktor global dan strategi bisnis yang efektif. Kondisi geoekonomi dan geopolitik global meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Selain itu, Antam mengoptimalkan peluang pasar melalui strategi pemasaran yang lebih agresif, memperluas kanal distribusi, serta memperkenalkan lini bisnis emas fisik digital.
Permintaan Emas Dalam Negeri
Pada periode kuartal pertama 2025, Antam berhasil memenuhi peningkatan permintaan dalam negeri sehingga berhasil mencatatkan volume penjualan produk emas mencapai 13.739 kg (441.719 troy oz.), meningkat 93 prsen dari capaian penjualan emas pada tahun lalu sebesar 7.112 kg (228.656 troy oz.). Sementara produksi emas dari tambang perusahaan tercatat mencapai 230 kg (7.395 troy oz.), tumbuh 39 persen dari produksi emas tahun lalu sebesar 166 kg (5.337 troy oz).
Adapun untuk segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel), mencatatkan kontribusi sebesar 14 persen terhadap total penjualan perusahaan dengan nilai mencapai Rp3,77 triliun. Penjualan segmen nikel meningkat signifikan 581 persen dibandingkan capaian pada tahun lalu sebesar Rp552,49 miliar.
Perusahaan mengoptimalkan capaian produksi feronikel sebesar 4.498 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan capaian volume penjualan produk feronikel mencapai 4.839 TNi. Sementara itu, pada bijih nikel, Antam mencatatkan kinerja produksi dan penjualan triwulanan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal pertama 2025.
Produksi bijih nikel tercatat mencapai sebesar 4,63 juta wet metric ton (wmt), meningkat signifikan 221 persen dari capaian produksi bijih nikel awal 2024 yang hanya sebesar 1,44 juta wmt. Penjualan mencapai sebesar 3,83 juta wmt, meningkat signifikan 281 prsen dibandingkan capaian penjualan bijih nikel pada tahun lalu sebesar 1 juta wmt. Komoditas bijih nikel diperuntukan untuk kebutuhan bahan baku produksi feronikel Perusahaan di Kolaka dan penjualan domestik ke pihak ketiga.
Sementara untuk Segmen Bauksit dan Alumina memiliki proporsi 3 persen terhadap total penjualan Antam dengan nilai penjualan mencapai Rp708,75 miliar atau meningkat 102 persen dari capaian kuartal pertama 2024 sebesar Rp351,26 miliar.
Pada kuartal pertama 2025, Antam mencatatkan volume produksi bauksit yang digunakan sebagai bahan baku bijih pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) serta pabrik Smelter Grade Alumina (SGA) sebesar 653.781 wmt, meningkat signifikan 328 persen dibandingkan capaian produksi bauksit pada awal 2024 sebesar 152.717 wmt. Sementara itu, penjualan bauksit pada 1Q25 tercatat sebesar 544.750 wmt.
Melalui entitas anak, PT Indonesia Chemical Alumina, Antam memproduksi alumina sebanyak 44.051 ton alumina, meningkat 78 persen dibandingkan produksi alumina tahun lalu sebesar 24.753 TNi. Sementara, volume penjualan alumina pada kuartal pertama 2025 mencapai 44.048 ton alumina, tumbuh 4 persen dari capaian penjualan alumina pada tahun lalu sebesar 42.323 ton alumina.