Kepercayaan Pasar Modal Jadi Kunci Utama Tarik Investasi Asing Langsung ke Indonesia
CEO Danantara Rosan Roeslani tegaskan kepercayaan pasar modal adalah fondasi utama untuk menarik investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia, menjamin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Rosan Roeslani, menyoroti pentingnya kepercayaan terhadap pasar modal sebagai faktor krusial dalam menarik investasi langsung asing (FDI) ke Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Rosan dalam Dialog Pelaku Pasar Modal yang diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, hari ini, Minggu. Menurutnya, kepercayaan investor pada pasar modal merupakan indikator utama sebelum mereka berkomitmen pada investasi langsung.
Rosan menjelaskan bahwa pasar modal seringkali menjadi gerbang awal bagi para investor global untuk masuk ke suatu negara. Hal ini disebabkan oleh sifat pasar modal yang lebih likuid dibandingkan dengan investasi langsung yang umumnya memerlukan komitmen jangka panjang. Dengan demikian, kualitas dan integritas pasar modal sangat berpengaruh pada keputusan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Meskipun pasar modal Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa dekade terakhir, baik dari sisi kapitalisasi maupun jumlah investor, Rosan menekankan adanya tantangan. Tantangan tersebut berfokus pada penguatan kualitas pasar itu sendiri di tahap selanjutnya. Ini menjadi esensial untuk memastikan dampak positif yang besar bagi perekonomian nasional.
Pentingnya Kualitas dan Transparansi Pasar Modal
Rosan Roeslani menegaskan bahwa pengembangan pasar modal tidak hanya harus berfokus pada peningkatan ukuran (size), tetapi juga pada kualitas, transparansi, dan akuntabilitas. Pembentukan harga yang murni berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran (demand and supply) adalah prinsip fundamental yang harus dijaga. Selama harga terbentuk secara sehat, berapa pun nilainya tidak akan menjadi masalah, karena mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.
Pembentukan harga yang sehat sangat krusial untuk menjaga likuiditas pasar dan meminimalkan potensi distorsi di masa depan. Hal ini memungkinkan investor untuk masuk dan keluar dari pasar secara wajar, sesuai dengan mekanisme pasar yang berlaku. Praktik serupa dapat ditemukan di pasar global, di mana valuasi perusahaan teknologi seringkali jauh di atas rata-rata industri namun tetap diterima karena terbentuk secara sehat.
Investasi memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, mencapai sekitar 28–29 persen. Angka ini menempatkan investasi sebagai pilar penting setelah konsumsi domestik yang menyumbang sekitar 53–54 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kontribusi yang besar ini, menjaga kepercayaan dan kualitas pasar modal menjadi sangat vital untuk keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini terjaga di atas 5 persen.
Peran Investasi dalam Ekonomi Nasional
Kontribusi investasi yang substansial menunjukkan bahwa pasar modal bukan hanya sekadar instrumen finansial, melainkan juga motor penggerak ekonomi riil. Ketika pasar modal berfungsi dengan baik dan mendapatkan kepercayaan, ia mampu memobilisasi dana besar untuk sektor-sektor produktif. Ini pada gilirannya menciptakan lapangan kerja dan mendorong inovasi di berbagai industri. Oleh karena itu, stabilitas dan integritas pasar modal adalah prasyarat untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, sangat dipengaruhi oleh bagaimana pasar modal diatur dan beroperasi. Transparansi dalam pelaporan keuangan, penegakan hukum yang adil, serta tata kelola perusahaan yang baik adalah elemen-elemen yang membangun kepercayaan tersebut. Tanpa fondasi ini, investor akan ragu untuk menanamkan modalnya, yang bisa menghambat potensi pertumbuhan ekonomi.
Danantara, sebagai Badan Pengelola Investasi, memiliki peran strategis dalam ekosistem investasi Indonesia. Dengan BUMN di bawah Danantara yang berkontribusi hampir 30 persen terhadap total kapitalisasi pasar di Indonesia, komitmen Danantara terhadap penguatan pasar modal sangatlah besar. Mereka mendukung penuh inisiatif untuk menjaga pasar modal agar benar-benar mencerminkan valuasi dan kondisi perusahaan secara akurat dan baik.
Momentum Penguatan Tata Kelola Pasar
Rosan juga menyoroti peran penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta organisasi regulator mandiri (Self-Regulatory Organization/SRO) dalam memperkuat kualitas dan tata kelola pasar modal nasional. Lembaga-lembaga ini bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan pasar yang adil, efisien, dan transparan bagi semua pelaku pasar. Koordinasi yang baik antar lembaga ini sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Perkembangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di pasar modal Indonesia, termasuk volatilitas tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), justru dapat menjadi momentum berharga. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pasar modal, sebuah kebutuhan yang menurut Rosan sudah lama dirasakan. Regulator telah memberikan perhatian serius terhadap penguatan tata kelola, termasuk merespons masukan dari penyedia indeks global.
Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif penguatan pasar modal. Kepentingan Danantara sangat besar dalam menjaga agar pasar modal Indonesia benar-benar mencerminkan valuasi dan kondisi perusahaan secara benar dan baik. Hal ini menunjukkan komitmen kolektif dari berbagai pihak untuk membangun pasar modal yang lebih tangguh dan terpercaya di masa depan.
Sumber: AntaraNews