Kenali Ciri-Ciri Gelang Emas 24 Karat Agar Tidak Tertipu, Ini Perbedaannya
Ketahui perbedaan antara gelang emas 24 karat, 17 karat, dan 10 karat.
Emas telah lama diakui sebagai simbol kekayaan serta investasi menarik banyak orang. Di tengah popularitas perhiasan emas yang terus meningkat, sangat penting bagi calon pembeli untuk memahami karakteristik dan tingkat kemurnian emas yang mereka beli.
Salah satu jenis emas yang paling sering dibahas adalah emas 24 karat, yang dikenal sebagai emas murni. Mengetahui ciri-ciri gelang emas 24 karat serta kadar emas lainnya sangat penting untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan produk yang autentik dan sesuai dengan nilai investasinya.
Karat adalah sistem untuk mengukur tingkat kemurnian emas, di mana satu karat setara dengan 1/24 bagian dari total berat. Oleh karena itu, emas yang murni memiliki nilai 24 karat. Semakin tinggi kadar kemurnian emas, semakin lunak sifat logam tersebut.
Beragam Tingkat Kadar Emas
Karat adalah ukuran yang digunakan untuk menentukan kemurnian emas dalam produk tertentu. Pengukuran ini dilakukan berdasarkan persentase emas murni yang terdapat dalam logam tersebut. Semakin tinggi angka karat, semakin besar pula jumlah emas murni yang ada di dalamnya.
Emas 24 Karat (24K) adalah jenis emas dengan kadar kemurnian paling tinggi, yaitu 99,99% emas murni tanpa adanya campuran logam lainnya. Meskipun emas ini hampir sepenuhnya murni, tetap terdapat sedikit kadar logam campuran.
Emas 24 karat dikenal cenderung lunak dan mudah dibentuk, sehingga sering kali dicampur dengan logam lain untuk dijadikan perhiasan.
Untuk emas 23 Karat (23K), tingkat kemurniannya berkisar antara 95,83% hingga 99,98%. Di sisi lain, emas 22 Karat (22K) memiliki kandungan emas sekitar 91,67% hingga 95,82%. Emas 18 Karat (18K) mengandung 75 persen emas murni dan dianggap sebagai kadar emas yang ideal untuk perhiasan karena kekuatan serta daya tahannya.
Selanjutnya, emas 17 Karat (17K) memiliki kemurnian sebesar 70,8%, yang berarti terdapat 17 bagian emas dari total 24 bagian. Sisa 29,2% terdiri dari campuran logam lain seperti tembaga, perak, atau nikel.
Terakhir, emas 10 Karat (10K) memiliki kandungan sekitar 41% emas murni dan 69% campuran logam lainnya, sehingga disebut sebagai "emas muda" karena persentase kemurniannya di bawah 70%.
Ciri-Ciri Gelang Emas 24 Karat
Gelang emas 24 karat tidak mudah ditemukan di pasaran sebagai perhiasan karena sifatnya yang sangat lunak. Emas murni ini biasanya lebih sering diproduksi dalam bentuk batangan atau koin untuk tujuan investasi dan alat pembayaran. Karena lunaknya, perhiasan 24K dapat dengan mudah ditekuk, tergores, atau bahkan berubah bentuk saat digunakan sehari-hari.
Salah satu ciri khas emas 24 karat adalah warna kuningnya yang sangat cerah dan intens. Warna ini berbeda dengan emas 22K atau 18K yang cenderung memiliki warna lebih redup akibat adanya campuran logam lainnya.
Emas 24K memiliki tekstur yang lembut dan mudah dibentuk, terutama disebabkan oleh tingkat kepadatannya yang rendah. Karena sifat lunaknya, emas 24 karat sangat rentan terhadap goresan dan penyok, sehingga tidak ideal digunakan sebagai perhiasan harian.
Emas murni biasanya memiliki cap "999" atau "24K" yang menandakan kadar kemurniannya. Beberapa produk juga mungkin memiliki tanda LM, yang menunjukkan bahwa kemurniannya mencapai 99%.
Gelang emas 17 karat merupakan pilihan yang banyak diminati untuk perhiasan karena memberikan keseimbangan antara kemurnian dan daya tahan. Emas jenis ini memiliki kandungan kemurnian sebesar 70,8%, yang berarti terdiri dari 17 bagian emas dari total 24 bagian. Sisa 29,2% dari emas 17K adalah kombinasi logam lain, seperti tembaga, perak, atau nikel.
Campuran logam tersebut tidak hanya memberikan kekuatan tambahan, tetapi juga memungkinkan variasi warna emas, termasuk emas kuning, putih, atau rose gold. Dibandingkan dengan emas murni, emas 17K lebih keras dan lebih tahan terhadap goresan, sehingga sangat cocok untuk perhiasan yang dikenakan sehari-hari.
Dengan mempertimbangkan ketahanannya, emas 17K tergolong perhiasan yang cukup kuat dan mampu menahan goresan maupun benturan. Oleh karena itu, jenis emas ini sering dijadikan pilihan untuk perhiasan yang digunakan setiap hari karena daya tahannya yang lama dan tersedia dalam berbagai pilihan warna.
Emas 17K, yang juga dikenal sebagai emas 750, menjadi salah satu kadar perhiasan emas yang populer di pasar Indonesia. Hal ini disebabkan karena emas ini tidak mudah berubah bentuk saat digunakan sehari-hari dan memiliki kilau yang menarik. Beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa kadar emas 17K bisa mencapai 75% (emas 750), yang menunjukkan adanya variasi dalam penamaan di pasar.
Gelang emas dengan kadar 10 karat memiliki persentase kandungan emas murni yang lebih sedikit, menjadikannya lebih kuat dan lebih terjangkau dibandingkan dengan perhiasan yang memiliki kadar emas lebih tinggi.
Kadar 10K menunjukkan bahwa suatu perhiasan terdiri dari 10 karat, yang setara dengan sekitar 41% emas murni. Dengan kata lain, perhiasan ini mengandung 41% emas murni dan 59% logam campuran lainnya. Oleh karena itu, perhiasan emas 10K sering dipilih sebagai aksesori yang sederhana dan terjangkau.
Cincin emas 10K merupakan pilihan yang aman untuk digunakan sehari-hari, karena daya tahannya yang lebih baik dibandingkan dengan perhiasan yang terbuat dari emas dengan kadar kemurnian yang lebih tinggi, yang cenderung lebih mudah penyok atau pipih. Emas 10K juga memiliki ketahanan lebih baik terhadap goresan, penyok, dan keausan yang mungkin terjadi dalam aktivitas sehari-hari, sehingga lebih nyaman dipakai. Dengan kandungan emas yang lebih rendah, perhiasan emas 10K menjadi pilihan yang lebih ramah anggaran bagi banyak orang. Di antara berbagai jenis perhiasan emas, emas 10 karat sering kali digunakan untuk menciptakan desain yang sederhana dan elegan. Selain itu, emas 10K juga umum digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan perhiasan emas putih.
Membedakan antara emas asli dan palsu sangatlah krusial agar terhindar dari kerugian saat melakukan pembelian atau investasi. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan melakukan uji magnet; emas yang asli bersifat non-magnetis dan tidak akan bereaksi ketika didekatkan dengan magnet. Jika emas tersebut tertarik oleh magnet, besar kemungkinan itu adalah barang palsu atau mengandung logam lain dalam jumlah yang signifikan.
Selain itu, emas asli memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, sehingga akan tenggelam jika dimasukkan ke dalam air. Sebaliknya, emas palsu atau yang berlapis emas mungkin akan mengapung atau tidak tenggelam sepenuhnya. Metode lain yang bisa dilakukan adalah uji suara dering; ketika dijatuhkan pada permukaan keras, emas asli akan menghasilkan suara dering yang panjang dan nyaring, sedangkan emas palsu biasanya menghasilkan suara yang lebih pendek.
Uji asam nitrat juga merupakan metode yang efektif: emas asli tidak akan bereaksi ketika terkena tetesan asam nitrat. Namun, jika itu adalah emas palsu, setelah ditetes dengan cairan asam, akan terjadi reaksi dan perubahan warna, seperti menjadi kuning keemasan untuk kuningan berlapis emas atau hijau untuk besi berlapis emas. Selain itu, emas palsu dapat meninggalkan bekas warna gelap atau kehijauan pada kulit, dan beberapa logam palsu, seperti kuningan atau tembaga, seringkali memiliki bau amis.
Emas asli biasanya dilengkapi dengan tanda atau cap yang menunjukkan kadar karat, seperti 24K, 18K, atau angka seperti 750. Langkah awal yang paling penting adalah selalu membeli emas dari tempat yang resmi dan terpercaya, serta memeriksa sertifikat keaslian yang menyertai setiap transaksi. Apabila masih merasa ragu, cara terbaik adalah membawa emas tersebut ke toko emas yang terpercaya untuk diperiksa secara profesional menggunakan alat yang sesuai.