Kemnaker Usul Beri THR Bentuk Uang Tunai buat Pengemudi Ojek Online
Kebijakan ini merupakan inisiatif baru yang tengah difinalisasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan agar perusahaan aplikator memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pengemudi ojek online (ojol) dalam bentuk uang tunai. Usulan ini disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kemnaker pada Rabu (5/3).
"Kami mengusulkan agar THR bagi pengemudi ojek online diberikan dalam bentuk uang tunai," ujar Yassierli.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan inisiatif baru yang tengah difinalisasi oleh pihaknya. Kemnaker berkomitmen untuk memastikan adanya partisipasi yang bermakna dari semua pihak, termasuk perusahaan aplikator dan para pengemudi ojol sendiri. Oleh karena itu, dialog terus diutamakan dalam proses penyusunan kebijakan ini.
"Jadi kami memang ingin pastikan meaningful participation itu terjadi. Kita selalu menguptamakan bagaimana dialog. Nah ini kalau ditanya Bu Dirjen, saya sendiri sudah beberapa kali bertemu dan kita ingin memastikan sebelum nanti kita umumkan, kita berharap tidak lama lagi," jelasnya.
Yassierli menambahkan tantangan utama dalam penyusunan skema THR ini adalah kompleksitas dalam sektor transportasi online itu sendiri. Faktor-faktor seperti jenis layanan yang diberikan pengemudi, model bisnis aplikator, hingga jam kerja yang tidak tetap menjadi aspek yang harus dipertimbangkan secara matang. Oleh karena itu, diperlukan formula yang adil dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Jadi mencari formula yang kemudian bisa meng-cover kompleksitas tadi. Jadi kompleksitasnya itu dari jenis angkutannya, layanannya, kemudian jam kerjanya. Ini yang kemudian butuh waktu untuk kita keluar dengan sebuah formula. Jadi ini masih proses," ujarnya.
Respons positif aplikator
Meski masih dalam tahap pembahasan, Yassierli mengungkapkan beberapa perusahaan aplikator telah menunjukkan respons positif terhadap usulan ini.
"Beberapa pengusaha responnya siap (memberikan THR) Buktinya beberapa kali kami diskusi itu ada sebuah terkait dengan kontennya itu menurut saya terjadi diskusi. Jadi bukan kekeh-kekehan tapi kemudian mencoba saling memahami," Yassierli mengakhiri.