Kementerian BUMN Kena Efisiensi Anggara, Anggota DPR Harap Setoran Dividen Tak Terhambat
Erick juga menegaskan bahwa target dividen untuk tahun ini, yang sebesar Rp90 triliun, masih berada dalam jalur yang aman.
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKS, Ismail Bachtiar mengingatkan bahwa efisiensi anggaran seharusnya tidak menjadi penghalang bagi Kementerian BUMN dalam mencapai target dividen. Dia berharap semangat Kementerian BUMN tetap terjaga agar kinerja perusahaan-perusahaan milik negara dapat meningkat.
"Kami berharap efisiensi anggaran tidak menurunkan semangat Kementerian BUMN dalam mencapai target dividen BUMN. Kami bangga dengan Menteri BUMN, Pak Erick," ungkap Ismail dalam di Jakarta, Jumat (14/2).
Ismail juga memberikan apresiasi terhadap tingkat kepuasan publik yang mencapai 88,5 persen terhadap kinerja Erick Thohir. Menurutnya, angka ini merupakan hasil dari kerja keras dan pencapaian nyata yang telah dilakukan oleh Menteri BUMN.
"Saya ingin sampaikan apresiasi terhadap tingkat kepuasan publik sebesar 88,5 persen terhadap kinerja Pak Erick, tentu bukan hal yang gampang. Angka ini bapak dapatkan karena bapak memang berkinerja baik," tambah Ismail.
Dia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2020, Erick Thohir memperkenalkan nilai-nilai inti Akhlak yang berhasil meningkatkan performa dividen BUMN. Ismail berharap akan ada inovasi baru dari Erick untuk mempertahankan tren positif tersebut.
"Dulu saya ingat gebrakan Pak Erick pada 2020 melalui core values Akhlak, sebuah kata yang sangat powerfull dan membuat performa dividen meningkat. Masyarakat sekarang rindu, semoga ada gebrakan baru dari Pak Erick," ucap Ismail.
Sejalan dengan pendapat Ismail, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB, Nasim Khan, juga memberikan penghargaan terhadap kepemimpinan Erick di Kementerian BUMN.
"Yang saya banggakan dan menjadi harapan menjadi kebanggaan kami, di sini hadir Bapak Menteri spektakuler, Menteri Erick Thohir, yang kami harap jadi kebanggaan ke depan," kata Nasim.
Penghargaan Pengelolaan Good Corporate Governance
Nasim memberikan penghargaan kepada Erick atas keberhasilannya dalam menerapkan tata kelola yang baik di perusahaan BUMN dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
"Pak Erick sudah berhasil menciptakan sejarah good corporate governance (GCG) dalam BUMN yang berAkhlak. InsyaAllah, semoga holding dan subholding juga mampu menerapkan core values, Akhlak," ungkap Nasim.
Menanggapi berbagai masukan dari anggota Komisi VI, Menteri BUMN Erick Thohir berkomitmen untuk memenuhi target dividen BUMN. Dia menjelaskan bahwa dividen dari kinerja BUMN untuk tahun 2023 yang ditargetkan sebesar Rp85 triliun telah disetorkan ke kas negara pada 7 November 2024.
"Kalau kita lihat efisiensi dan GCG yang kita sudah lakukan lima tahun terakhir, saya ingin berterima kasih atas dukungan Komisi VI, khususnya untuk dividen yang target Rp 85 triliun itu sudah masuk ke kas negara pada 7 November 2024. Ini hasil kinerja pada 2023," kata Erick.
Erick juga menegaskan bahwa target dividen untuk tahun ini, yang sebesar Rp90 triliun, masih berada dalam jalur yang aman. Dia menyampaikan bahwa dari total target dividen 2024 sebesar Rp90 triliun, sebanyak Rp20,5 triliun telah dialokasikan untuk negara pada awal tahun ini.
Meskipun ada kebijakan efisiensi, Erick meyakinkan bahwa BUMN tetap dalam kondisi yang baik untuk terus berkontribusi bagi negara.
"Kita tetap optimistis meski ada efisiensi anggaran. Karena kalau kita lihat data-data yang progres sampai hari ini, kita masih berjalan baik," tegas Erick.