Kalsel Perkuat Ekonomi Daerah Melalui Pembinaan Koperasi Merah Putih
Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat struktur ekonomi daerah. Fokus utama adalah Pembinaan Koperasi Kalsel, khususnya Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, guna mendorong kesejahteraan masyarakat dan mendukung visi pembangunan.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur ekonomi daerah. Langkah ini berfokus pada pembinaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Penegasan ini disampaikan dalam upaya berkelanjutan untuk memajukan perekonomian di Bumi Lambung Mangkurat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Rahmaddin, menyatakan hal tersebut di Banjarbaru pada Selasa (17/3). Program penguatan ekonomi daerah ini menyelaraskan program prioritas nasional dengan visi besar Gubernur H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman. Visi tersebut dikenal sebagai "Kalsel Bekerja", yang mencakup aspek Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera.
Penguatan koperasi diharapkan menjadi urat nadi pembangunan dan penopang perekonomian daerah. Keberadaan koperasi yang sehat juga akan mendukung posisi strategis Kalimantan Selatan sebagai Pintu Gerbang Logistik Kalimantan. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi yang inklusif.
Visi "Kalsel Bekerja" dan Peran Strategis Koperasi
Program nasional yang dijalankan selaras dengan misi Gubernur dan Wakil Gubernur, yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi syariah. Rahmaddin menjelaskan bahwa koperasi memiliki peran vital sebagai urat nadi pembangunan dan penopang perekonomian daerah. Oleh karena itu, pembinaan koperasi menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.
Koperasi yang sehat dan kuat diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas ekonomi lokal. Selain itu, keberadaan koperasi yang solid akan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai pusat logistik di Pulau Kalimantan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi geografis dan ekonomi wilayah.
Capaian dari program ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi Kalsel dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Sinergi antara program daerah dan nasional menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang lebih luas.
Strategi Kolaborasi dan Landasan Regulasi
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerapkan strategi kolaborasi intensif untuk memastikan kesuksesan program pembinaan koperasi ini. Strategi tersebut mencakup pendampingan berkelanjutan bagi pengurus koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) koperasi.
Dari sisi legalitas dan teknis, dasar hukum pembentukan Koperasi Merah Putih mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 dan Inpres Nomor 17 Tahun 2025. Inpres 9/2025 berfokus pada percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sementara Inpres 17/2025 mendorong percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan perlengkapan koperasi. Di tingkat daerah, langkah ini diperkuat melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Kalsel Nomor 024 Tahun 2025.
Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi UKM Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, menambahkan bahwa regulasi ini memberikan kerangka kerja yang solid bagi pengembangan koperasi. Kolaborasi dan landasan hukum yang kuat menjadi pilar utama dalam mewujudkan ekosistem koperasi yang berdaya saing. Dukungan regulasi ini sangat penting untuk memastikan pertumbuhan koperasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Capaian Signifikan dan Dampak Ekonomi Lokal
Perkembangan koperasi di Kalimantan Selatan, atau yang dikenal sebagai Bumi Lambung Mangkurat, menunjukkan angka yang signifikan. Berdasarkan Data Sebaran Koperasi Merah Putih di Kalsel, hingga saat ini telah terbentuk dan berbadan hukum sebanyak 2.013 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Jumlah ini terdiri dari 1.869 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan 144 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Dengan masifnya pembentukan koperasi ini, diharapkan masyarakat di pelosok desa dapat merasakan langsung dampak positif penguatan ekonomi. Manfaat tersebut mencakup kemudahan logistik serta pemberdayaan usaha lokal yang lebih merata. Koperasi diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Penguatan koperasi ini juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah. Pemberdayaan melalui koperasi akan mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat lokal. Pada akhirnya, program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh warga Kalimantan Selatan.
Sumber: AntaraNews