KAI Daop 2 Ingatkan Penumpang Soal Aturan Bagasi Kereta Api Saat Arus Balik Lebaran 2026
PT KAI Daop 2 Bandung kembali mengingatkan penumpang mengenai aturan bagasi kereta api yang berlaku, terutama menjelang puncak arus balik Lebaran 2026. Hal ini demi kenyamanan dan keamanan perjalanan seluruh pelanggan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengeluarkan imbauan penting terkait dimensi barang bawaan penumpang. Imbauan ini disampaikan seiring dengan dimulainya periode arus balik Lebaran 2026. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh perjalanan kereta api berlangsung dengan aman dan nyaman bagi setiap pelanggan.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan kembali ketentuan mengenai ukuran dan berat bagasi yang diizinkan masuk ke dalam kabin kereta. Penegasan ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam menjaga ketertiban dan kelancaran selama masa angkutan Lebaran. Fokus utama adalah pada kenyamanan bersama di dalam gerbong.
Imbauan ini disampaikan pada Senin, 23 Maret 2026, bertepatan dengan tren peningkatan jumlah penumpang yang tiba di wilayah Daop 2. Peningkatan ini menandai dimulainya fase arus balik Lebaran. KAI Daop 2 berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Ketentuan Dimensi Barang Bawaan Kereta Api
Kuswardojo menjelaskan secara rinci aturan bagasi kereta api yang harus dipatuhi oleh setiap penumpang. Barang bawaan yang diperbolehkan masuk ke dalam kabin kereta memiliki batasan ukuran tertentu. Ini bertujuan agar tidak mengganggu ruang gerak penumpang lain dan menjaga keselamatan perjalanan.
Ukuran maksimal barang bawaan yang diizinkan adalah 70 cm x 48 cm x 30 cm, atau setara dengan volume 100 dm³. Selain itu, berat maksimal yang diperbolehkan untuk setiap barang bawaan adalah 20 kilogram. Setiap penumpang juga dibatasi membawa maksimal empat koli barang.
Penerapan aturan ini sangat penting untuk memastikan semua barang dapat tersimpan dengan baik. Hal ini juga mencegah penumpukan barang di lorong atau tempat duduk yang dapat membahayakan penumpang. KAI berharap penumpang dapat memahami dan mematuhi ketentuan ini demi kelancaran bersama.
Peningkatan Penumpang Arus Balik Lebaran 2026
Arus balik Lebaran 2026 di wilayah Daop 2 Bandung mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada hari Senin, 23 Maret. Data menunjukkan adanya tren kenaikan jumlah kedatangan penumpang di berbagai stasiun. KAI Daop 2 telah siap menghadapi lonjakan ini dengan berbagai persiapan.
Total kedatangan penumpang pada hari Senin mencapai 24.305 orang di seluruh wilayah Daop 2. Stasiun Bandung menjadi titik kedatangan terbanyak dengan 7.588 penumpang. Sementara itu, Stasiun Kiaracondong mencatat 4.514 penumpang yang tiba.
Di sisi lain, jumlah keberangkatan penumpang pada hari yang sama adalah 24.253 orang. Stasiun Bandung juga menjadi stasiun keberangkatan utama dengan 6.725 penumpang. Stasiun Kiaracondong memberangkatkan 4.348 penumpang, menunjukkan keseimbangan mobilitas.
Tingkat keterisian tempat duduk (okupansi) selama periode Angkutan Lebaran 1447 Hijriah telah mencapai 97 persen per Senin ini. Dari total 345.840 kursi yang tersedia, sebanyak 335.658 tiket telah terjual. Angka ini mencakup periode keberangkatan dari 11 Maret hingga 1 April 2026.
Kesiapan Operasional KAI Daop 2 untuk Kenyamanan Penumpang
Untuk mengantisipasi sisa masa angkutan Lebaran, KAI Daop 2 Bandung memastikan seluruh aspek operasional dalam kondisi prima. Pemeriksaan rutin pada jalur rel dan jembatan terus dilakukan secara intensif. Hal ini demi menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api.
Selain itu, fasilitas operasional perjalanan kereta api dan pelayanan pelanggan di stasiun juga dipastikan optimal. Penambahan personel dilakukan untuk memberikan pelayanan maksimal. Petugas siap membantu penumpang selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Dari aspek keselamatan dan keamanan, KAI Daop 2 terus meningkatkan pengawasan serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Seluruh petugas disiagakan 24 jam penuh untuk memastikan perjalanan kereta api berjalan aman dan lancar. Ini bertujuan memberikan rasa tenang bagi para pelanggan.
Kuswardojo turut mengimbau masyarakat yang akan bepergian menggunakan kereta api untuk datang lebih awal ke stasiun. Penumpang juga diminta mematuhi aturan yang berlaku dan menjaga barang bawaan masing-masing selama perjalanan. Kepatuhan ini sangat mendukung kelancaran operasional.
Sumber: AntaraNews