Jangan Sampai Terkecoh Iklan Lowongan Kerja Hantu, Begini Penjelasannya
Iklan pekerjaan hantu adalah tanda bahaya yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.
Jika Anda pernah melihat iklan lowongan pekerjaan, yang tampaknya sempurna kemudian mengirim surat lamaran kerja untuk lowongan kerja tersebut, namun hingga beberapa pekan tak ada kabar apapun, bisa jadi, pekerjaan itu tidak ada. Lowongan kerja itu disebut sebagai iklan hantu.
Melansir ABC, lowongan kerja hantu adalah posisi yang diiklankan, namun sebenarnya tidak ingin diisi oleh pemberi kerja. Hal seperti ini tidak hanya membuang-buang waktu orang, mereka juga berisiko merusak kesehatan mental dan mendistorsi angka pasar kerja.
Ben Hamer, seorang futuris dan komentator isu ketenagakerjaan, serta pembawa acara podcast Thinker Tank, mengatakan ciri-ciri iklan hantu adalah jika iklannya telah tayang lebih dari 30 hari.
Menurutnya, iklan pekerjaan hantu adalah tanda bahaya yang perlu diperhatikan oleh masyarakat, khususnya para pencari kerja.
"Jadi, jika iklan tersebut terlihat sudah ada selama lebih dari 30 hari, kemungkinan besar itu adalah iklan kosong," ujar Hamer.
Indikator lainnya menurut Hamer adalah jika Anda tidak mendapat respons terhadap lamaran selama beberapa bulan, itu juga berpotensi menjadi pekerjaan bayangan.
Hamer menjelaskan, iklan hantu seperti itu di mata pengusaha memiliki keuntungan. Mengiklankan pekerjaan palsu juga membantu memberikan kesan, bahwa suatu organisasi sedang berkembang pesat.
"Jika Anda sedang merekrut, maka itu menunjukkan bahwa Anda sedang bertumbuh atau meningkat," kata Hamer.
Manfaat lainn iklan hantu dari sudut pandang pengusaha yaitu untuk menjaga kumpulan sumber daya manusia usia muda.
Sehingga, jika posisi tersebut kosong, para pemberi kerja memiliki semua CV mereka yang tersedia.
"Mencantumkan pekerjaan bayangan juga bisa menjadi taktik untuk menenangkan staf yang terlalu banyak bekerja," kata Hamer.
Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Manajemen di Australian Catholic University, Sugumar Mariappanadar, mengatakan, adanya pekerjaan bayangan itu karena jumlah iklan lowongan pekerjaan lebih banyak daripada jumlah pekerjaannya.
Indeks lowongan kerja Australia menunjukkan bahwa saat ini terdapat lebih banyak iklan, sementara tingkat pengangguran mencapai 4 persen, dibandingkan tahun 2019, saat tingkat pengangguran lebih rendah tetapi jumlah iklan pekerjaan lebih sedikit.
"Ini jelas tidak masuk akal," ujar Sugumar.