Industri Pariwisata Kini Mulai Pelajari Industri Kripto, Ada Perubahan Tren Wisatawan?
Hal ini menunjukkan bahwa industri kripto di Indonesia terus berkembang dengan pesat.
PT Pintu Kemana Saja, yang dikenal dengan merek Pintu terus berusaha memperluas jangkauan program edukasi dan inklusi aset kripto bagi masyarakat Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui program Pintu Goes to Office, di mana Pintu berkesempatan untuk hadir di kantor PT Global Tiket Network (tiket.com), yang merupakan pelopor dalam bidang Online Travel Agent (OTA) di tanah air.
Dalam acara tersebut, hadir Chief Marketing Officer (CMO) Pintu, Timothius Martin, serta People Experience & Communication Senior Manager dari tiket.com, Tio Manik.
"Kunjungan ini sangat spesial bagi kami, karena tiket.com menjadi perusahaan pertama di luar industri keuangan yang kami sambangi untuk bersama-sama berdiskusi mengenai industri kripto. Ini dapat memperkuat pemahaman mengenai aset kripto," ungkap Timothius Martin.
Tio Manik juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Pintu."Datangnya Pintu ke kantor tiket.com lewat program Pintu Goes to Office tentu disambut dengan antusiasme positif dari teman-teman yang tergabung di investment club yang mendapatkan pengetahuan mengenai aset kripto & teknologi blockchain langsung dari pakar dan pelaku di industri kripto."
Hal ini menunjukkan bahwa industri kripto di Indonesia terus berkembang dengan pesat. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2025, nilai transaksi dalam satu bulan mengalami kenaikan sebesar 27,64 persen, mencapai Rp49,28 triliun.
Jumlah Investor di Indonesia
Jumlah investor di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang stabil, di mana pada bulan September tercatat ada 18,61 juta investor kripto. Pertumbuhan ini menunjukkan minat yang meningkat terhadap aset digital di kalangan masyarakat. Selain itu, ada hubungan yang erat antara industri kripto dan industri pariwisata.
Menurut Investopedia, istilah "crypto tourism" mulai dikenal sejak tahun 2017, yang merujuk pada pengalaman perjalanan wisatawan ke negara-negara yang mendukung penggunaan kripto dan teknologi blockchain.
Fenomena ini mencerminkan bagaimana inovasi di dunia kripto mulai memengaruhi cara wisatawan memilih destinasi dan pengalaman mereka saat berlibur.
"Kripto itu sifatnya universal dan bisa masuk ke berbagai lintas industri tak terkecuali industri travel," ungkap Timo.
Ia menekankan bahwa sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), mereka memiliki tanggung jawab untuk memperluas pengetahuan tentang aset kripto dan teknologi blockchain kepada masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang industri. Hal ini penting agar masyarakat memahami manfaat serta risiko yang terkait dengan investasi di aset digital.