Indonesia Simpan Harta Karun Emas Terbesar ke-6 di Dunia, Totalnya Ribuan Ton
OJK mencatat, jumlah emas yang diproduksi Indonesia mencapai 110 ton pada 2023.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa Indonesia masuk dalam daftar 10 negara penghasil dan cadangan emas terbesar di dunia.
OJK mencatat, jumlah emas yang diproduksi Indonesia mencapai 110 ton pada 2023. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil emas peringkat delapan dunia.
Sementara itu, jumlah cadangan harta karun emas yang tersimpan di bumi pertiwi diperkirakan sebanyak 2.600 ton menurut US Geological Survey pada 2023. Hal ini menempatkan Indonesia di peringkat enam sebagai negara pemilik cadangan emas terbesar di dunia.
Saat ini, OJK telah memberikan izin bagi dua lembaga jasa keuangan untuk menyelenggarakan kegiatan usaha bank bullion atau bank emas. Adapun, lembaga yang mendapatkan izin menjalankan bank emas ialah PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia. Ketentuan ini diatur dalam POJK 17 Tahun 2024
"Dengan jumlah cadangan yang besar dan produksi emas yang solid, Indonesia memiliki potensi besar untuk lebih mengoptimalkan monetisasi emas untuk mendorong perekonomian nasional yaitu melalui pembentukan kegiatan usaha bulion," tulis OJK dalam keterangannya dilansir Selasa (15/4).
OJK memastikan pengaturan terkait kegiatan usaha bulion yang antara lain mencakup penerapan prinsip kehati-hatian, persyaratan permodalan, manajemen risiko, transparansi, dan pentahapan kegiatan usaha bulion. Sehingga, kegiatan usaha bulion dapat beroperasi dan berkontribusi pada pendalaman pasar keuangan dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Pengembangan Optimalisasi Pengembangan Usaha
OJK berharap, PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia dapat mengakselerasi optimalisasi pengembangan usaha bulion di Indonesia. Mengingat, besarnya potensi cadangan emas dalam negeri.
Berikut layanan kegiatan usaha bulion atau bank emas yang dapat dimanfaatkan masyarakat:
1. Simpanan Emas
2. Penitipan Emas
3. Pembiayaan Emas
4. Kegiatan Lainnya
5. Perdagangan Emas