ICMI Dukung Mentan Berantas Serakahnomics, Selamatkan Ketahanan Pangan RI dari Mafia
Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberantas praktik Serakahnomics demi menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi petani.
Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) baru-baru ini menyatakan dukungan penuh terhadap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dukungan ini terkait langkah tegas Mentan dalam memberantas praktik "Serakahnomics" yang merugikan sektor pangan. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PP ICMI, Priyo Budi Santoso, di Jakarta pada Sabtu (22/11).
Langkah pemberantasan ini bertujuan utama menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional serta melindungi para petani kecil. Praktik Serakahnomics dinilai telah menggerogoti keadilan ekonomi dan menciptakan dominasi segelintir pihak. ICMI menekankan pentingnya mengembalikan hak ekonomi kepada rakyat kecil.
Menurut ICMI, jika praktik ini dibiarkan, potensi guncangan sosial di lapangan tidak akan terhindarkan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil seperti ICMI menjadi krusial. Mereka bertekad mengakhiri dominasi mafia pangan yang telah lama merugikan.
Ancaman Serakahnomics terhadap Keadilan Sosial
Fenomena "Serakahnomics" diartikan sebagai perilaku ekonomi yang didasari oleh kerakusan, mengabaikan moral, dan melanggar hukum. Praktik ini, khususnya di sektor pangan, telah berlangsung lama dan menimbulkan dampak serius. Wakil Ketua Umum PP ICMI, Priyo Budi Santoso, menegaskan bahwa Serakahnomics merupakan ancaman nyata yang mengikis keadilan sosial di Indonesia.
Priyo Budi Santoso memperingatkan bahwa jika praktik Serakahnomics terus dibiarkan, sendi-sendi keadilan sosial akan runtuh. Ia menyatakan, "Jika ini tidak segera dibenahi dan waktu kita sangat pendek maka potensi guncangan sosial di lapangan sudah berada di depan mata." Kondisi ini dapat memicu ketidakstabilan yang lebih luas.
Pembenahan sektor pangan dari cengkeraman Serakahnomics menjadi langkah strategis untuk masa depan ekonomi Indonesia. ICMI mendorong Mentan Amran untuk tidak goyah dalam agenda penting ini. Mereka melihat upaya ini sebagai penyelamatan bangsa dari kehancuran keadilan sosial yang diakibatkan oleh kerakusan ekonomi.
Dukungan Penuh untuk Mentan dan Pemberantasan Mafia Pangan
ICMI secara tegas menyatakan berada di jalur yang sama dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam misi besar ini. Priyo Budi Santoso menyatakan, "Kami di ICMI sejalan dengan gebrakan Pak Amran. Serakahnomics harus dihentikan. Mafia pangan tidak boleh lagi menguasai sektor-sektor strategis yang menjadi hak rakyat kecil." Ini menunjukkan keseriusan ICMI dalam mendukung program pemerintah.
Organisasi cendekiawan Muslim ini juga mengeluarkan peringatan keras kepada para mafia pangan yang diduga selama ini mengendalikan rantai pasok. Priyo menegaskan bahwa era kenyamanan bagi kelompok pelaku besar yang meraup keuntungan secara tidak adil harus berakhir. Ia menambahkan, "Nama-namanya sudah kami tahu. Selama ini mereka hidup nyaman. Saya pastikan ke depan hidup mereka akan kita monitor."
Dukungan ICMI juga meluas pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberikan dorongan kuat terhadap langkah-langkah kerakyatan Mentan Amran. Priyo menyatakan, "Saya mendukung penuh kepemimpinan Presiden Prabowo, terlebih jika beliau benar-benar membackup ide-ide kerakyatan untuk menyelamatkan ekonomi demi keadilan bersama." Keberpihakan Presiden terhadap agenda penguatan ekonomi rakyat menjadi landasan penting.
Priyo Budi Santoso menilai agenda besar Mentan Amran harus menjadi gerakan bersama untuk membersihkan sektor pangan dari dominasi mafia. Ia menekankan, "Ini soal keadilan, pemerataan, dan masa depan Indonesia. Mafia pangan harus tamat. Dan gebrakan Menteri Amran harus kita dukung sepenuhnya." Tidak ada pilihan lain selain memulihkan keadilan dan menuntaskan praktik Serakahnomics.
Sumber: AntaraNews