Hemat Rp10 Ribu per 5 Kg Beras! Gerakan Pangan Murah Kadin Kalsel Diserbu Ratusan Warga
Ratusan warga Banjarmasin antusias serbu Gerakan Pangan Murah Kadin Kalsel yang tawarkan harga kebutuhan pokok lebih terjangkau, bantu atasi inflasi pangan.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sukses menggelar gerakan pangan murah yang menarik antusiasme ratusan warga. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman kantor Kadin Kalsel, Jalan Hasan Basry Kayu Tangi Ujung, Banjarmasin, pada Sabtu (27/9). Inisiatif ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
Masyarakat berbondong-bondong hadir sejak pagi untuk membeli berbagai bahan pokok esensial, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, hingga ayam potong. Gerakan ini merupakan bagian dari upaya Kadin Kalsel dalam memperingati Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta mensyukuri 57 tahun berdirinya Kadin Indonesia. Langkah strategis ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga di tengah fluktuasi harga pasar.
Ketua Umum Kadin Kalsel, Shinta Laksmi Dewi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kadin dalam mendukung stabilitas ekonomi lokal. Selain penjualan bahan pokok dengan harga miring, Kadin Kalsel juga membagikan 300 paket sayur mayur gratis. Paket tersebut berisi jagung, cabai, dan bahan lain yang siap diolah menjadi makanan sehat, menambah nilai manfaat bagi masyarakat.
Antusiasme Warga dan Tujuan Mulia Kegiatan
Gerakan pangan murah yang diinisiasi oleh Kadin Kalsel mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Banjarmasin. Ratusan warga rela mengantre sejak pagi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga spesial. Antusiasme ini menunjukkan betapa pentingnya program-program seperti gerakan pangan murah dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi.
Shinta Laksmi Dewi menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk memperingati Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang menjadi fokus pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. Kedua, sebagai bentuk rasa syukur atas 57 tahun perjalanan Kadin Indonesia yang telah berkontribusi bagi perekonomian nasional.
Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, Kadin Kalsel juga berupaya meningkatkan gizi masyarakat melalui pembagian paket sayur mayur gratis. Sebanyak 300 paket dibagikan kepada warga yang hadir, berisi komoditas seperti jagung dan cabai. Inisiatif ini tidak hanya meringankan pengeluaran, tetapi juga mendorong konsumsi makanan sehat di kalangan keluarga.
Harga Terjangkau dan Perbandingan Pasar yang Signifikan
Salah satu daya tarik utama gerakan pangan murah ini adalah selisih harga yang signifikan dibandingkan harga pasar. Kadin Kalsel berhasil menyediakan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah, memberikan keuntungan langsung bagi konsumen. Perbedaan harga ini menjadi alasan utama mengapa ratusan warga rela datang dan mengantre.
Sebagai contoh, beras SPHH yang di pasaran umumnya dijual seharga Rp65 ribu per 5 kilogram, dalam gerakan ini hanya dibanderol Rp55 ribu. Ini berarti ada penghematan sebesar Rp10 ribu untuk setiap 5 kilogram beras yang dibeli. Demikian pula dengan gula pasir, harga turun dari Rp17 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram, memberikan sedikit keringanan bagi pembeli.
Tidak hanya itu, harga telur juga mengalami penurunan yang cukup berarti, dari Rp60 ribu menjadi Rp56 ribu per satu tray. Ayam potong, yang biasanya dijual antara Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, tersedia dengan harga Rp35 ribu. Perbandingan harga ini menunjukkan komitmen Kadin Kalsel untuk benar-benar membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang paling ekonomis.
Harapan dan Dampak Positif bagi Masyarakat
Shinta Laksmi Dewi berharap agar kolaborasi berbagai pihak dapat terus terjalin sehingga kegiatan pangan murah ini bisa kembali digelar secara rutin setiap bulan. Dengan demikian, masyarakat akan lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok harian mereka secara berkelanjutan. Keberlanjutan program ini menjadi kunci untuk memberikan dampak positif jangka panjang.
Warga yang merasakan langsung manfaatnya, seperti Asniah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pangan murah yang diinisiasi Kadin Kalsel. "Selain murah, antriannya juga tersusun walaupun sempat menunggu sejak pukul 7.30 WITA. Alhamdulillah barang yang ingin dibeli bisa didapatkan meski sempat khawatir kehabisan," tutur Asniah.
Asniah juga menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat dilakukan secara rutin oleh berbagai pihak. Menurutnya, masyarakat sangat terbantu dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar. Keberadaan gerakan pangan murah ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara organisasi dan pemerintah dapat memberikan solusi konkret bagi kebutuhan dasar masyarakat.
Sumber: AntaraNews