Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) mengambil langkah proaktif dalam menekan laju inflasi menjelang akhir tahun. Mereka sukses menggelar pasar murah di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, pada Sabtu (29/11) lalu.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan lebih dari 28 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta distributor. Inisiatif ini bertujuan utama untuk membantu meningkatkan daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga.
Berbagai kebutuhan pokok esensial dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Hal ini menjadi upaya nyata pemerintah provinsi dalam memastikan stabilitas ekonomi lokal.
Advertisement
Advertisement
Dalam pasar murah ini, masyarakat dapat membeli beragam kebutuhan pokok dengan harga distributor. Ini berarti harga yang ditawarkan bisa lebih murah hingga Rp3.000 per kilogram atau liter dibandingkan harga pasar pada umumnya.
Kepala Disdag Kalsel Ahmad Bagiawan menjelaskan, "Langkah ini diambil sebagai upaya konkret menekan inflasi dan membantu daya beli masyarakat menjelang akhir tahun." Ia juga menambahkan bahwa tujuan utama adalah memastikan bantuan langsung pemerintah provinsi dirasakan masyarakat.
Sebagai contoh, Minyakita yang di pasaran dijual Rp17.500 per liter, di pasar murah hanya Rp14.500 per liter. Gula pasir juga turun dari Rp18.000 menjadi Rp16.000 per kilogram, serta telur ayam dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Advertisement
Antusiasme warga sangat tinggi, terbukti dengan ludesnya 1.500 liter minyak goreng dan 500 kilogram gula dalam waktu singkat. Sebanyak 560 tabung gas LPG juga diserbu, meskipun pembeli harus membawa tabung kosong.
Advertisement
Selain penjualan kebutuhan pokok, pasar murah ini juga menyertakan program bantuan sosial. Disdag Kalsel menyediakan ikan dan beras gratis, serta membagikan 500 voucher belanja senilai Rp100.000 per orang.
Voucher ini ditujukan bagi warga kurang mampu yang datanya telah disebar melalui RT dan Kecamatan. "Total anggaran dari panitia untuk kupon ini mencapai Rp50 juta," ungkap Bagiawan, menunjukkan komitmen pemerintah daerah.
Mengenai kondisi ekonomi makro, Bagiawan menyatakan bahwa inflasi di Kalsel saat ini masih terkendali pada angka 2,83 persen. Angka ini dinilai masih dalam tahap kewajaran dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
Advertisement
Meskipun demikian, Disdag Kalsel tetap mengantisipasi potensi tekanan inflasi ke depan. Hal ini mengingat adanya peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru, serta implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Sumber: AntaraNews