Heboh Bandara Khusus di Morowali dan Disinggung Menhan Sjafrie, PT IMIP Akhirnya Buka Suara soal
Bandara ini berlokasi di Kawasan Industri PT Indonesia Morowali Industrial Park, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Keberadaan Bandara Khusus Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah menjadi sorotan usai disinggung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Usai menjadi sorotan, manajemen PT IMIP pun angkat bicara soal status bandara khusus tersebut.
Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan menegaskan Bandara Khusus IMIP terdaftar di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dedy menyebut pengelolaan Bandara Khusus IMIP tersebut sesuai dengan Undang Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan.
"Bandara Khusus IMIP terdaftar di Kemenhub yang pengelolaannya diatur UU No 1/2009 tentang Penerbangan," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (26/11).
Untuk memastikan keabsahan Bandara Khusus IMIP, Dedy menyarahkan untuk konfirmasi ke Otoritas Bandara Wilayah 5 Makassar. Dedy menyebut Otoritas Bandara Wilayah 5 Makassar memiliki tugas melakukan operasi keberadaan Bandara Khusus IMIP.
"Teman-Teman juga bisa mengecek status Bandara IMIP di https://hubud.kemenhub.go.id/hubud/website/bandara/479," ucapnya.
Berdasarkan data dari lama Kemenhub, Bandara IMIP berstatus khusus. Bandara ini berlokasi di Kawasan Industri PT Indonesia Morowali Industrial Park, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Bandara Khusus IMIP menggunakan kode ICAO WAMP dan IATA MWS. Bandara ini memiliki klasifikasi teknis 4B untuk digunakan untuk penerbangan domestik.
Dikolela Pihak Swasta
Dalam laman Kemenhub, bandara ini dikelola oleh pihak swasta dengan pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Otoritas Bandara Wilayah V Makassar.
Bandara Khusus IMIP memiliki fasilitas teknis seperti runway sepanjang 1.890 meter dengan daya dukung PCN 68/F/C/X/T. Selain itu, terdapat apron berukuran 96 × 83 meter, serta kemampuan melayani pesawat seperti Embraer ERJ-145ER dan Airbus A320.
Data Kemenhub, bandara ini mencatat 534 pergerakan pesawat dengan sekitar 51.000 penumpang pada tahun 2024.
Menhan Merasa Aneh
Sebelumnya diberitakan, Satua Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mengatakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin merasa aneh saat meninjau Bandara Khusus IMIP Morowali. Keanehan tersebut terkait aktivitas bandara yang tanpa pengawasan.
"Ketika Menteri Pertahanan dan Satgas PKH tiba di Bandara PT IMIP, merasa ada yang aneh. Banyak kerawanan terhadap bandara tersebut. Namun tidak ada otoritas negara, bebas keluar masuk tanpa adanya pengawasan ketat. Serasa ada negara di dalam negara. Semua crew yang berada di Bandara PT IMIP bukan dari otoritas negara," ucap Satgas PKH dalam unggahan di akun Instagramnya @satgaspkhofficial, dikutip Rabu (26/11).
Satgas PKH kemudian mengungkap jika bandara tersebut memang dibangun menggunakan dana mereka sendiri. Namun, aktivitas bandara disebut tetap harus punya aturan yang mesti ditaati.
"Meskipun dibangun dari dana mereka sendiri, namanya negara, punya aturan yang harus ditaati. Kini Bandara PT IMIP berubah menjadi bandara yang pada umumnya. Tidak ada namanya bandara khusus, semua harus ada pengawasan dari negara tanpa tebang pilih," ucapnya.