Hati-hati, Kerja dari Kafe Bisa Bikin Boros Tanpa Sadar
Fenomena kerja dari kafe (WFC) atau dari mana saja (WFA) semakin digemari oleh kalangan milenial dan generasi Z (Gen Z) saat ini.
Pemandangan anak muda yang membuka laptop atau tablet di kafe semakin umum terlihat di pusat kota. Fenomena ini dikenal dengan istilah work from cafe (WFC) atau work from anywhere (WFA), di mana individu dapat bekerja di luar kantor, seperti di kafe atau co-working space.
Tren ini semakin diminati oleh kalangan milenial dan generasi Z (Gen Z). Di satu sisi, pola kerja yang fleksibel ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas, terutama bagi mereka yang bekerja dengan sistem hybrid atau freelance.
Namun, di sisi lain, praktik WFC juga berisiko menambah pengeluaran yang lebih tinggi, terutama untuk konsumsi sehari-hari. Andy Nugroho, seorang Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, mengingatkan bahwa kebiasaan ini bisa berujung pada pemborosan.
"Menurut saya, tren WFA, terutama WFC, berpotensi menimbulkan pemborosan," ungkap Andy kepada Liputan6.com, pada Selasa (4/2).
Biaya Ngopi di Kafe Bisa Membengkak
Andy menjelaskan bahwa pengeluaran saat bekerja di luar kantor umumnya berasal dari kebiasaan membeli makanan atau minuman. Bahkan, ketika berada di kantor, banyak pekerja tetap membeli kopi atau camilan untuk meningkatkan semangat kerja.
"Saat bekerja di kantor atau WFH saja, sudah ada potensi pemborosan karena sering kali kita sengaja membeli camilan, kopi, atau soft drink sebagai booster mood bekerja," tuturnya.
Selain itu, kemudahan layanan pesan antar makanan juga semakin memudahkan para pekerja untuk membeli camilan atau minuman tanpa perlu keluar kantor.
"Kalau sedang malas keluar, banyak yang memilih menggunakan layanan pesan antar makanan untuk membeli minuman atau camilan," tambah Andy. Kondisi ini semakin diperburuk jika pekerja memilih untuk bekerja di kafe atau co-working space.
Tempat-tempat tersebut memang menawarkan berbagai pilihan makanan dan minuman, sehingga semakin menggoda untuk membeli lebih banyak.
"Apalagi kalau bekerja di kafe, tentu kita akan membeli minimal satu minuman atau makanan. Jika sudah habis, kita cenderung dengan mudah memesan lagi," jelasnya.
Berikut adalah beberapa cara untuk mengelola anggaran agar tetap hemat saat WFC
Bagaimana cara menjaga pengeluaran tetap terkontrol saat bekerja dari kafe atau tempat lain di luar kantor?
Andy memberikan beberapa saran untuk mengatur anggaran agar tidak mengalami keborosan saat menjalani tren WFA (Work From Anywhere) atau WFC (Work From Café):
- Tetapkan Batas Pengeluaran Harian
Buatlah anggaran khusus untuk kebutuhan konsumsi harian saat bekerja di luar. Pastikan jumlah yang ditetapkan tidak melebihi batas yang sudah direncanakan agar tidak terjadi pemborosan.
- Disiplin Terhadap Anggaran yang Telah Dibuat
Setelah menetapkan batas pengeluaran, kunci utama adalah disiplin dalam menerapkannya. "Jika budget harian sudah habis, maka sebaiknya kita tidak membeli lagi pada hari itu," ujar Andy.
- Pilih Lokasi yang Lebih Ekonomis
Apabila bekerja di luar merupakan suatu keharusan, pilihlah tempat dengan harga makanan dan minuman yang sesuai dengan anggaran. "Implementasi anggaran harian juga bisa dilakukan dengan memilih kafe atau co-working space yang sesuai dengan budget kita," tambah Andy. Dengan menerapkan strategi ini, para pekerja dapat menikmati fleksibilitas WFA tanpa harus mengeluarkan uang secara berlebihan.