Harga Emas Meroket 70% dan Permintaan Global Tembus 5.000 Ton Sepanjang 2025, Cetak Rekor Tertinggi
Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, sekaligus mencerminkan kuatnya minat investor terhadap emas di tengah dinamika ekonomi global.
Sepanjang 2025, harga emas mencatatkan rekor dengan kenaikan mencapai sekitar 70 persen. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, sekaligus mencerminkan kuatnya minat investor terhadap emas di tengah dinamika ekonomi global.
“Di tahun 2025 emas mencetak rekor harga meningkat hingga 70 persen sepanjang tahun 2025 dan ini merupakan harga yang paling tinggi,” kata Head of Asia Pacific (ex China) dan Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan, dalam Konferensi Pers Laporan Gold Demand Trends Tahun 2025, di Jakarta, Rabu (4/2).
Tidak hanya dari sisi harga, permintaan emas juga memecahkan rekor dengan total konsumsi global menembus lebih dari 5.000 ton. Fakta ini menunjukkan bahwa lonjakan harga tidak membuat investor meninggalkan emas, melainkan justru mempertegas perannya sebagai aset strategis dalam portofolio.
“Selain kenaikan harga permintaan akan emas juga memecahkan rekor bahkan mencapai lebih dari 5.000 ton,” ujar Shaokai.
Shaokai Fan menjelaskan bahwa kenaikan harga emas utamanya didorong oleh permintaan investasi. Investor global semakin menjadikan emas sebagai komponen penting untuk menjaga ketahanan portofolio di tengah risiko geopolitik, inflasi, dan ketidakpastian kebijakan moneter.
“Ini menandakan bahwa investor menjadikan emas komponen strategis dalam portofolio mereka,” ujar dia.
Emas Tak Lagi Sekadar Pelindung Saat Krisis
Shaokai menyebut emas kini mengalami pergeseran peran yang signifikan dalam lanskap investasi global. Jika sebelumnya logam mulia ini identik sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang diburu saat krisis, kini emas semakin diposisikan sebagai bagian dari strategi portofolio jangka panjang.
Menurutnya, ketidakpastian global yang berlangsung lebih lama telah mendorong investor untuk mencari aset yang mampu memberikan stabilitas portofolio secara berkelanjutan.
“Jadi, kenaikan harga ini utamanya didorong oleh permintaan investor dan sekarang ini emas juga sudah menjadi bagian dari portfolio yang strategis untuk bertahan di tengah ketidakpastian global,” kata dia.
Emas Masuk Perencanaan Portofolio
Perubahan persepsi terhadap emas juga tercermin dari pola investasi sepanjang 2025. Permintaan investasi emas melonjak hingga 84 persen, yang berasal dari ETF emas, emas batangan, dan emas koin di berbagai negara yang dipantau World Gold Council.
“Di tahun 2025 adalah bahwa permintaan akan emas ini naik 84 persen. Jadi kenaikan ini sangat signifikan. Selain iyu permintaan investasi ini merupakan hasil penjumlahan dari permintaan akan ETF, emas batangan dan emas koin. Kenaikan ini terpantau disemua negara yang kami amati,” tandas dia.
Kondisi ini menandakan bahwa emas kini masuk dalam perencanaan portofolio yang lebih matang. Investor tidak lagi bersikap reaktif, tetapi proaktif dengan mengalokasikan emas sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk diversifikasi dan manajemen risiko.