Harga Cabai Merah di Aceh Barat Meroket 150 Persen, Capai Rp90 Ribu/Kg! Apa Penyebabnya?
Harga cabai merah di Aceh Barat melonjak drastis hingga Rp90 ribu/kg, memicu keresahan warga. Simak penyebab utama kenaikan harga Cabai Merah Aceh Barat yang mencapai 150 persen ini.
Harga cabai merah di Kompleks Pasar Bina Usaha Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengalami kenaikan signifikan. Komoditas bumbu dapur ini kini tembus Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi dari harga sebelumnya yang hanya sekitar Rp30 ribu per kilogram.
Kenaikan harga cabai merah ini dilaporkan terjadi sejak dua pekan terakhir. Kevin, seorang pedagang di pasar setempat, mengonfirmasi lonjakan harga tersebut. Situasi ini tentu berdampak langsung pada daya beli masyarakat di wilayah tersebut.
Peningkatan harga ini disebabkan oleh pasokan cabai yang terbatas di pasar. Sementara itu, permintaan konsumen justru menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.
Lonjakan Harga Cabai Merah dan Keluhan Pedagang
Harga cabai merah di Aceh Barat telah mencapai puncak baru dalam beberapa pekan terakhir. Pedagang di Kompleks Pasar Bina Usaha Meulaboh menjual cabai merah dengan harga antara Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Angka ini merupakan peningkatan drastis dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.
Kevin, salah satu pedagang di pasar tersebut, menjelaskan bahwa kenaikan ini dipicu oleh stok cabai yang menipis. "Naiknya harga cabai merah ini karena stok cabai yang sedikit, sementara permintaan konsumen meningkat," ujarnya kepada ANTARA. Kondisi ini membuat pedagang kesulitan memenuhi permintaan pasar.
Kenaikan harga jual cabai merah ini sudah berlangsung sejak dua pekan lalu. Pasokan dari agen pengepul ke pedagang di Aceh Barat dilaporkan mengalami pengurangan. Hal ini menunjukkan adanya masalah pada rantai distribusi dan ketersediaan barang.
Pasokan Terhambat dari Daerah Produsen Utama
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat, drh Kamarlisnur, mengungkapkan penyebab utama kenaikan harga cabai merah. Menurutnya, pasokan dari daerah produsen utama, khususnya Provinsi Sumatera Utara, mengalami hambatan. Kondisi ini berdampak langsung pada ketersediaan cabai di Aceh Barat.
Kamarlisnur menjelaskan bahwa terhambatnya pasokan disebabkan oleh berkurangnya produksi cabai. "Terhambatnya pasokan cabai diakibatkan karena produksi yang semakin berkurang dan kebutuhan semakin banyak di provinsi lainnya," kata Kamarlisnur. Ini menunjukkan masalah produksi yang lebih luas.
Selain itu, terbatasnya pasokan cabai di Aceh Barat juga karena produsen di Kabupaten Aceh Tengah belum memasuki masa panen. Berdasarkan informasi dari agen besar di Takengon, petani di Aceh Tengah baru akan mulai memanen pada pertengahan Oktober 2025. Panen besar diperkirakan akan terjadi pada awal November mendatang, yang diharapkan dapat menstabilkan harga cabai merah.
Komoditas Lain Turut Berubah Harga
Tidak hanya cabai merah, harga jual cabai rawit juga terpantau mengalami kenaikan signifikan. Cabai rawit kini dijual di angka Rp45 ribu per kilogram, naik dari Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram dua pekan lalu. Kenaikan ini menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Berbeda dengan cabai, harga jual bawang merah justru mengalami penurunan. Bawang merah kini dijual Rp32 ribu per kilogram, turun dari Rp45 ribu per kilogram. Harga bawang putih juga turun menjadi Rp35 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram, memberikan sedikit angin segar bagi konsumen.
Kenaikan harga juga melanda telur ayam, yang kini dijual Rp55 ribu per papan (isi 30 butir). Harga ini naik dari Rp50 ribu per papan pada pekan lalu. Kenaikan harga telur ayam ini disebabkan oleh pasokan yang sedikit dan permintaan yang tinggi, terutama karena musim peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung 3-4 bulan di Aceh.
Sumber: AntaraNews