Geliatkan Sport Tourism Situbondo, Baluran Cross Aquathlon 2025 Sukses Digelar
Pemerintah Kabupaten Situbondo sukses menggelar Baluran Cross Aquathlon 2025 di Pantai Sijile, mengukuhkan komitmen pada pengembangan sport tourism Situbondo dan menarik ratusan atlet nasional.
Pengantar: Situbondo Gencarkan Sport Tourism Lewat Baluran Cross Aquathlon 2025
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, baru-baru ini sukses menggelar ajang Baluran Cross Aquathlon 2025. Acara ini berlangsung pada Minggu, 21 Desember 2025, di objek wisata Pantai Sijile, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konsisten Pemkab Situbondo dalam menggencarkan agenda wisata olahraga atau sport tourism.
Kolaborasi antara Pemkab Situbondo dan Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Timur menjadi kunci sukses penyelenggaraan event berskala nasional ini. Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah secara langsung membuka kompetisi lari dan renang tersebut. Beliau menyampaikan dukungan penuh terhadap acara sport tourism yang dinilai mampu mengenalkan Situbondo ke kancah nasional dan menarik kunjungan wisatawan.
Baluran Cross Aquathlon 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana promosi pariwisata. Sebanyak 136 atlet dari berbagai daerah turut serta dalam lomba lari dan renang ini. Mereka berkompetisi di Pantai Sijile yang terletak di kawasan Taman Nasional Baluran.
Keunikan Baluran Cross Aquathlon di Pantai Sijile
Baluran Cross Aquathlon 2025 menorehkan sejarah sebagai kompetisi aquathlon pertama di Indonesia yang dilaksanakan dengan kondisi alam yang masih alami. Para atlet berenang di laut terbuka dan berlari di medan alam bebas, bukan di lintasan aspal. Keunikan ini memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta dan daya tarik tersendiri bagi sport tourism Situbondo.
Ketua FTI Jawa Timur, Anastasia Kirana, menjelaskan bahwa Pantai Sijile sangat representatif sebagai lokasi perlombaan. Gelombang laut yang tenang serta pemandangan alam yang indah dan asri menjadi nilai tambah. Pantai Sijile sendiri dikenal dengan pasir putihnya, dua muara yang membentuk seperti lidah menjulur, terumbu karang, hutan bakau, dan latar belakang Gunung Baluran yang megah.
Lokasi yang berada di kawasan Taman Nasional Baluran ini menambah eksotisme acara. Lingkungan konservasi ini menawarkan keindahan alam yang memukau, menjadikannya destinasi ideal untuk kegiatan sport tourism. Acara ini juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan kawasan wisata bahari di sisi utara Taman Nasional Baluran kepada khalayak luas.
Mendorong Pariwisata dan Pembinaan Atlet Muda
Penyelenggaraan Baluran Cross Aquathlon 2025 memiliki tujuan ganda, yaitu meningkatkan kunjungan wisatawan dan membina atlet muda. Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menegaskan bahwa event skala nasional ini secara tidak langsung mengenalkan Situbondo ke level nasional. Hal ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang.
Selain sebagai ajang promosi sport tourism Situbondo, kompetisi ini juga berfungsi sebagai seleksi atlet usia youth, yakni 15 tahun ke bawah. Seleksi ini diproyeksikan untuk ajang Youth Olympic Games tahun 2030. FTI secara konsisten membangun pembinaan atlet sejak usia dini sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju ajang olahraga internasional.
Ketua Umum FTI Armand Van Kempen menyebut Baluran Cross Aquathlon sebagai salah satu pintu masuk utama dalam proses rekrutmen atlet muda. Anak-anak usia 9-10 tahun yang terjaring dari ajang ini akan masuk proyeksi Puspada Jatim. Situbondo juga memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet triathlon nasional melalui keberadaan camp nasional di Bungatan, yang telah melahirkan atlet berprestasi di kancah internasional.
Antusiasme Peserta dan Kategori Lomba
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah atlet yang mencapai 136 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka menunjukkan semangat kompetisi yang tinggi di tengah keindahan alam Pantai Sijile. Partisipasi ini menunjukkan daya tarik sport tourism Situbondo yang semakin meningkat.
Ajang Baluran Cross Aquathlon 2025 dibagi menjadi beberapa kategori untuk mengakomodasi berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan. Kategori tersebut meliputi usia di bawah 10 tahun, di bawah 13 tahun, 16 tahun, serta peserta umum. Selain itu, terdapat kategori khusus lokal untuk siswa SD, SMP, dan SMA asal Situbondo, yang bertujuan menjaring potensi atlet daerah.
Keberadaan kategori lokal ini menunjukkan komitmen FTI dan Pemkab Situbondo dalam mengembangkan bibit atlet dari daerah. Hal ini sejalan dengan upaya untuk memasyarakatkan olahraga triathlon dan aquathlon, serta memberikan kesempatan bagi generasi muda Situbondo untuk berprestasi. Dengan demikian, event ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform pengembangan olahraga dan pariwisata yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews