Gara-Gara Kebijakan Kontroversi Trump, Sistem Kesehatan Global Alami Gangguan Terbesar Sepanjang Sejarah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif tentang penarikan AS dari WHO.
Sistem layanan kesehatan global tengah menghadapi gangguan pendanaan terbesar dalam sejarah akibat penangguhan dana dari Amerika Serikat. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Kamis (1/5) waktu setempat.
Beberapa jam setelah pelantikan pada 20 Januari lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif tentang penarikan AS dari WHO.
Pemerintahan baru Trump meyakini bahwa organisasi PBB tersebut berada di bawah pengaruh politik, kurang efisien dan terlalu banyak membutuhkan pendanaan dari Washington.
"Kita sedang menghadapi gangguan terbesar dalam hal pendanaan kesehatan global sepanjang sejarah," kata Ghebreyesus kepada awak media di markas besar WHO di Jenewa.
Menurutnya, selama bertahun-tahun WHO telah berbicara tentang perlunya mengubah pendanaan kesehatan global dan menekankan pentingnya kemandirian.
"Tentunya, negara-negara donor dapat menghabiskan uang di mana pun mereka inginkan, dan kami berterima kasih kepada mereka yang telah mendanai sistem kesehatan global selama beberapa dekade. Namun, bukannya pengurangan yang teratur, pemangkasan bantuan pembangunan luar negeri yang tiba-tiba serta lingkungan ekonomi dan perdagangan yang menantang, justru menimbulkan kekacauan dalam kesehatan masyarakat," katanya.
Ghebreyesus menambahkan bahwa muncul satu risiko nyata bahwa keberhasilan dalam membasmi penyakit tropis terabaikan, yang berdampak pada lebih dari satu miliar orang di komunitas termiskin dan paling terpinggirkan, bisa menjadi sia-sia.
Langkah Kontroversi Trump
Donald Trump kembali mengambil langkah yang mengundang kontroversi dengan memutuskan bahwa Amerika Serikat (AS) akan keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengumuman ini disampaikan pada hari pertama masa jabatannya yang kedua sebagai Presiden AS, yaitu pada hari Senin, 20 Januari 2025, dan langsung menarik perhatian dunia. Dalam langkah tersebut, Trump menandatangani perintah eksekutif yang secara resmi mengakhiri keanggotaan AS dalam WHO.
Dia berpendapat bahwa WHO kurang transparan dan terlalu dipengaruhi oleh beberapa negara, terutama China. Selain itu, Trump juga menekankan bahwa beban finansial yang ditanggung AS jauh lebih besar dibandingkan dengan negara-negara anggota WHO lainnya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap cara WHO menangani pandemi COVID-19, yang menurut Trump telah merugikan kepentingan AS. Keputusan tersebut memicu berbagai reaksi, baik dari masyarakat domestik maupun komunitas internasional.
Banyak pihak mengkhawatirkan dampak yang akan ditimbulkan terhadap kesehatan global, mengingat selama ini AS telah menjadi salah satu donor terbesar bagi WHO dalam hal pendanaan dan dukungan program kesehatan di berbagai belahan dunia.