Fakta Unik: TPK Hotel Malang Melonjak 2,41 Poin di Juli 2025, Dipicu Event Besar Ini!
Kabar gembira bagi industri pariwisata! BPS mencatat TPK Hotel Malang mengalami kenaikan signifikan di Juli 2025. Apa saja pemicu lonjakan ini dan bagaimana dampaknya?
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis data terbaru mengenai Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di wilayahnya. Pada Juli 2025, TPK hotel mengalami peningkatan signifikan sebesar 2,41 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini menunjukkan geliat positif sektor perhotelan di kota tersebut.
Kenaikan TPK hotel ini tercatat mencapai 51,80 persen, naik dari 49,39 persen pada Juni 2025. Peningkatan ini menjadi indikator penting pemulihan dan pertumbuhan aktivitas pariwisata lokal. Data ini disampaikan langsung oleh Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjarifudin.
Lonjakan TPK hotel di Kota Malang ini tidak lepas dari berbagai event besar yang terselenggara. Momen seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 dan libur tahun ajaran baru menjadi pemicu utama. Selain itu, kejuaraan pencak silat IPSI Malang Championship 5 turut menyumbang peningkatan ini.
Detail Kenaikan TPK Berdasarkan Kategori Hotel
Peningkatan TPK hotel tidak merata di semua kategori. Data BPS menunjukkan bahwa TPK hotel bintang mencapai 62,54 persen pada Juli 2025. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1,57 poin dari bulan sebelumnya yang berada di angka 60,97 persen.
Sementara itu, hotel non-bintang juga menunjukkan performa positif. Tingkat penghunian kamar pada hotel non-bintang tercatat sebesar 38,67 persen. Kenaikan ini lebih tinggi, yakni 3,44 poin dari periode sebelumnya yang hanya 35,23 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa event-event besar berhasil menarik berbagai segmen wisatawan.
Perbedaan peningkatan antara hotel bintang dan non-bintang menyoroti diversifikasi pasar di Kota Malang. Hotel bintang mungkin menarik tamu dengan daya beli lebih tinggi yang datang untuk event tertentu. Di sisi lain, hotel non-bintang menjadi pilihan akomodasi bagi peserta atau pengunjung dengan anggaran lebih terbatas.
Dominasi Tamu Nusantara dan Lama Menginap
Aspek lain yang menarik dari data BPS adalah rata-rata lama menginap tamu (RLMT). RLMT di Kota Malang tercatat selama 1,40 hari, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur yang 1,30 hari. Meskipun demikian, angka ini masih sedikit di bawah rata-rata nasional Indonesia yang mencapai 1,50 hari.
Komposisi tamu hotel di Kota Malang masih didominasi oleh wisatawan domestik. Tamu nusantara menyumbang 95,09 persen dari total penghuni hotel. Sementara itu, tamu mancanegara hanya sebesar 4,91 persen, menunjukkan potensi besar untuk pengembangan pasar internasional di masa depan.
Distribusi tamu berdasarkan kategori hotel juga menarik perhatian. Sebanyak 96,06 persen tamu nusantara memilih menginap di hotel non-bintang. Di sisi lain, 94,49 persen tamu nusantara juga menginap di hotel bintang. Untuk tamu mancanegara, 3,94 persen menginap di hotel non-bintang dan 5,51 persen memilih hotel bintang. Ini menunjukkan preferensi yang berbeda antara tamu domestik dan internasional.
Sumber: AntaraNews