Fakta Unik: Hemat 88%! Gubernur Sulsel Resmikan Listrik Bersih PLN SuperSUN di 80 Desa, Terangi 11 Kabupaten
Gubernur Sulsel resmikan inovasi Listrik Bersih PLN SuperSUN di 80 desa, menerangi 11 kabupaten dan membawa penghematan biaya hingga 88% bagi warga. Bagaimana teknologi ini mengubah kehidupan?
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman secara resmi meresmikan penyediaan listrik bersih PLN di 80 desa yang tersebar di 11 kabupaten. Inovasi bernama SuperSUN ini kini menjangkau 1.486 titik, membawa harapan baru bagi masyarakat di wilayah terpencil. Peresmian ini berlangsung di Pulau Samalona, Kota Makassar, pada Jumat lalu, menandai komitmen pemerintah daerah.
Langkah strategis ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menghadirkan akses energi bagi masyarakat. Program Energi Baru Terbarukan (EBT) ini bertujuan agar warga dapat menikmati pelayanan dasar yang setara. Hal ini juga memberikan kesempatan lebih baik untuk meningkatkan kualitas hidup mereka di berbagai sektor.
Andi Sudirman menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari upaya besar untuk memerdekakan wilayah terpencil dari keterbatasan energi. Wilayah seperti Kabupaten Kepulauan Selayar, Sinjai, dan Luwu Raya kini dapat merasakan terang. Kehadiran SuperSUN diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.
Inovasi SuperSUN: Solusi Energi Terbarukan untuk Wilayah Terpencil
Inovasi SuperSUN merupakan terobosan energi bersih karya anak bangsa yang patut diapresiasi. Teknologi ini mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro dengan Battery Energy Storage System (BESS) yang canggih. SuperSUN dirancang khusus untuk menghadirkan listrik di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan konvensional PLN. Sistem ini memastikan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan.
Dengan adanya sistem penyimpanan energi berbasis baterai ini, listrik di lokasi seperti Pulau Samalona kini menyala penuh 24 jam tanpa henti. Ini adalah peningkatan signifikan dibandingkan pasokan sebelumnya yang terbatas dan sangat bergantung pada genset berbahan bakar minyak. Kehadiran SuperSUN telah mengubah paradigma akses energi di daerah-daerah terpencil. Inovasi ini memberikan jaminan ketersediaan listrik sepanjang hari.
Peresmian listrik desa ini mencakup 11 daerah penting di Sulawesi Selatan. Daerah tersebut meliputi Kota Makassar, Kabupaten Barru, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, Luwu, Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Pinrang, Luwu Utara, Takalar, dan Selayar. Kabupaten Pangkep, yang mayoritas wilayahnya adalah kepulauan, menjadi daerah dengan jumlah desa terbanyak yang diterangi energi bersih PLN, yaitu mencapai 31 desa.
Dampak Positif Listrik Bersih SuperSUN bagi Ekonomi dan Kualitas Hidup Warga
Kehadiran listrik bersih PLN melalui inovasi SuperSUN telah membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi warga. Kamaruddin, seorang warga Pulau Samalona, menjelaskan bahwa kini ia dapat menghemat biaya operasional hingga 88 persen untuk usaha wisatanya. Usaha homestay yang ia kelola sebelumnya sangat bergantung pada genset. Penghematan ini sangat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Sebelum adanya listrik PLN, warga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp2,7 juta per bulan untuk membeli 180 liter bahan bakar minyak (BBM). BBM tersebut digunakan untuk genset yang hanya beroperasi pada malam hari. "Setelah hadirnya listrik PLN dari inovasi SuperSUN, rata-rata kami hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp300 ribu per bulan atau menghemat hingga 88 persen," ujar Kamaruddin. Penghematan ini sangat substansial bagi keberlangsungan ekonomi mereka.
Selain penghematan biaya, ketersediaan listrik 24 jam juga meningkatkan kualitas hidup warga. Anak-anak kini bisa belajar dan mengaji di malam hari dengan penerangan yang memadai. Kamaruddin juga menyoroti manfaat lingkungan dan kenyamanan bagi wisatawan. "Sebab selain bising, cahaya yang berasal dari genset juga menghasilkan polusi di malam hari," tambahnya.
Dampak positif SuperSUN juga terlihat dari peningkatan sektor pariwisata. Tercatat sejak listrik PLN beroperasi 24 jam pada Agustus 2023, terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Samalona. Sebelumnya, rata-rata hanya 800 wisatawan per bulan, namun kini angka tersebut meningkat menjadi sekitar 1.000 wisatawan per bulan. Ini menunjukkan bagaimana infrastruktur energi yang handal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews